BATAMTODAY.COM, Batam - Pola peredaran narkoba di Batam bergeser tajam. Jika sebelumnya didominasi sabu, kini liquid vape berisi zat berbahaya seperti etomidate dan ketamine justru mendominasi, menyasar kalangan muda dan sulit terdeteksi.
Fakta itu terungkap saat Polresta Barelang memusnahkan barang bukti dari 12 laporan polisi dalam dua bulan terakhir. Total disita 1.931 cartridge liquid vape, 1.075 gram sabu, dan 57 butir ekstasi. Polisi telah menetapkan 13 orang tersangka.
Wakapolresta Barelang AKBP Fadli Agus menyebut pemusnahan ini sebagai bentuk komitmen menekan peredaran narkotika dengan modus baru yang kian variatif.
"Modusnya semakin beragam, termasuk melalui media vape. Kami minta masyarakat waspada dan segera melapor jika menemukan indikasi penyalahgunaan," kata Fadli, Selasa (28/4/2026).
Sementara, Kasat Narkoba Polreta Barelang, Kompol Arsyad Riyandi menegaskan, tren kasus kini didominasi liquid vape. Bentuknya yang menyerupai rokok elektrik membuatnya mudah disamarkan dan digunakan kapan saja.
"Mayoritas pengungkapan kasus sekarang liquid vape. Sudah ribuan kami amankan, dan 1.931 cartridge dimusnahkan hari ini," ujarnya.
Dari hasil uji laboratorium, kandungan dalam cartridge bervariasi, mulai dari etomidate hingga ketamine. Di pasar gelap, satu cartridge dibanderol sekitar Rp 2,5 juta.
Arsyad mengungkapkan, sebagian besar barang berasal dari Malaysia dan masuk melalui jalur pelabuhan. Peredarannya diduga terhubung jaringan lintas negara. "Temuan tersebut telah dikoordinasikan dengan BNN, KJRI, serta aparat di Malaysia," ujarnya
Fenomena ini turut menggeser profil pengguna. Mayoritas pengguna liquid vape narkotika berasal dari usia belasan hingga 30 tahun.
Kasat menegaskan, pihaknya akan memperketat pengawasan dan meminta masyarakat tidak lengah terhadap modus baru peredaran narkoba yang kian tersembunyi.
"Karena bentuknya familiar di kalangan anak muda dan praktis digunakan, tren ini terus naik," katanya.
Editor: Yudha
