logo batamtoday
Selasa, 12 Mei 2026
PKP BATAM


Wah, Korupsi Jadi Tren Tema Ceramah di Tarempa
Senin, 29-06-2015 | 13:58 WIB | Penulis: Nursali
 
Ustaz Azwar Abdullah saat memberikan tausiyahnya kepada jamaah Masjid Jami' Baiturrahim, Tarempa pada Minggu (28/6/2015) malam. (Foto: Nursali/BATAMTODAY.COM)
 

BATAMTODAY.COM, Tarempa - Kasus-kasus korupsi yang menjerat sejumlah aparatur negara di Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas, menjadi bahan ceramah di masjid-masjid selama Ramadhan. Tema "rasa malu" berbuat korupsi nyaris menghiasi ceramah di masjid-masjid besar di Tarempa.

Terlebih saat Kabupaten ini menjadi perhatian khusus Kajati Kepri atas penyelewengan sisa dana percepatan pembangunan infrastuktur daerah (PPID) di Kabupaten Kepulauan Anambas.
(Baca: Korupsi Dana PPID Anambas Diduga 'Barter' dengan Kasus SPPD Fiktif di Kesbangpol Anambas dan Kejati Kepri Telisik Keterlibatan Sekda dan Bupati Anambas dalam Korupsi Dana PPID).

Seperti ustaz Azwar Abdullah saat memberikan tausiahnya kepada jamaah Masjid Jami' Baiturrahim Tarempa pada Minggu (28/6/2015) malam. Ia mengatakan pentingnya rasa malu untuk melakukan korupsi dan mengorbankan orang lain sebagai tumbal dari perbuatan tersebut.

"Dalam tahun ini, barang kali kita pernah melakukan SPPD fiktif atau seorang kontraktor kerja tak seratus persen, tapi menuntut pembayaran seratus persen. Sekarang saat yang tepat untuk bertobat. Mmumpung rahmat Allah masih terbuka lebar," kata Azwar.

Hal yang sama juga disampaikan oleh ustaz Safaruddin saat mengisi kultumnya usai shalat Subuh berjamaah di Masjid Nurul Ikhsan, Desa Tarempa Barat. Bahkan dengan dalil-dalil yang ia ulas satu per satu menjelaskan ganjaran bagi orang yang melakukan korupsi dan menciderai orang lain akan mendapatkan terburuk di sisi-Nya.

"Ingat, neraka diisi oleh pemimpin-pemimpin yang zalim," katanya.

Tak jauh berbeda dengan para da'i di Tarempa, ustaz Akmaruzzaman kala memberikan khutbah Jumat di Masjid Roudhatul Jannah, jalan Tanjunglambai, Desa Sritanjung, Kecamatan Siantan, pada Jumat (26/6/2015) lalu juga mengatakan hal yang sama. Tak hanya ganjaran siksa neraka yang diterima si pelaku dari Tuhannya, ganjaran sosial akan segera disandangkan kepada para koruptor dalam kehidupan bersosial.

"Maka, jadikan Ramadhan ini menjadi momentum bagi kita untuk memperbaiki diri," wasiatnya kepada jamaah. (*)

Editor: Roelan

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit