BATAMTODAY.COM, Madinah - Jemaah haji tertua dari Kloter 9 Embarkasi Yogyakarta (YIA 09), Mardijiyono atau akrab disapa Mbah Mardi, diberangkatkan dari Madinah menuju Makkah pada Senin (10/5/2026) pukul 17.00 waktu Arab Saudi.
Jemaah berusia 103 tahun itu berangkat bersama rombongan 9 menggunakan bus. Selama perjalanan, Mbah Mardi duduk di kursi bagian depan dekat jendela dan didampingi pendamping dari KBIHU, Ibnu Khaldun.
Karena kondisi fisiknya yang sudah lanjut usia, Mbah Mardi harus dibantu saat naik ke dalam bus. Ibnu Khaldun tampak menggendongnya melewati tangga bus agar dapat duduk dengan nyaman. Untuk menunjang kenyamanan selama perjalanan, Mbah Mardi juga menggunakan sandaran kepala.
Saat rombongan tiba di Masjid Dzulhulaifah atau Bir Ali untuk mengambil miqat, seluruh jemaah dalam bus turun guna menunaikan shalat sunnah. Namun, Mbah Mardi memilih tetap berada di dalam bus.
Ibnu Khaldun mengatakan keputusan tersebut diambil atas saran petugas mengingat kondisi cuaca yang cukup panas.
“Petugas menyampaikan suhu udara mencapai 41 derajat celsius. Bagi jemaah lansia dan berisiko tinggi disarankan fokus menjalankan rukun dan wajib haji di Makkah,” ujar Ibnu.
Selain faktor cuaca, menjaga stamina juga dinilai penting bagi jemaah lanjut usia, terutama untuk menghadapi puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Ketika ditanya mengenai kondisi kesehatannya, Mbah Mardi mengaku dalam keadaan baik. Ia pun berharap dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar hingga kembali ke Tanah Air.
“Yang penting bisa terus sehat dan selamat sampai rumah,” ujar Mbah Mardi singkat dari dalam bus.
Meski tidak turun di Bir Ali, Mbah Mardi tetap mengikuti prosesi niat ihram yang dipandu petugas pembimbing ibadah. Seluruh jemaah kemudian melafalkan niat ihram bersama-sama sebelum melanjutkan perjalanan menuju Makkah.
Sebelumnya, Mbah Mardi sempat mengalami penurunan kondisi kesehatan hingga harus mendapatkan perawatan intensif. Setelah menjalani penanganan medis, kondisinya berangsur membaik dan dinyatakan fit untuk kembali bergabung bersama rombongan Kloter YIA 09.
Editor: Dardani
