BATAMTODAY.COM, Batam - Komitmen Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, dalam menata puluhan pasar tradisional mendapat dukungan kuat dari DPRD Kota Batam. Langkah penataan terhadap sekitar 60 pasar dinilai sebagai strategi penting untuk mengurai persoalan klasik sekaligus meningkatkan daya saing kota.
Wakil Ketua III DPRD Batam, Muhammad Yunus Muda, menegaskan pihaknya mendukung penuh program tersebut. Ia menyebut gagasan yang sebelumnya dipaparkan Li Claudia di hadapan Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia Batam sebagai terobosan untuk membenahi persoalan pasar yang selama ini belum tertangani optimal.
"Jika penataan ini dijalankan, persoalan sampah, keamanan, hingga penempatan pedagang bisa diurai. Minimal ada kesepahaman kuat antara pemerintah dan pengelola pasar," ujar Yunus kepada awak media, Selasa (5/5/2026).
Menurut politisi Partai Golkar tersebut, pembenahan pasar merupakan kebutuhan mendesak, tidak hanya untuk memperbaiki wajah kota, tetapi juga mendukung Batam sebagai destinasi pariwisata serta memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Dampaknya langsung ke pelaku UMKM. Pasar yang tertata akan meningkatkan kenyamanan sekaligus daya tarik ekonomi," katanya.
Ia juga menyatakan dukungan terhadap 15 program prioritas Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Li Claudia. DPRD, kata dia, akan mengawal program yang dinilai menyentuh kebutuhan masyarakat luas. "Selama program itu berpihak kepada masyarakat, tentu kami dukung penuh," tegasnya.
Sementara itu, Li Claudia menekankan bahwa penataan pasar tidak sebatas pembenahan fisik, melainkan harus terintegrasi dengan sistem pengelolaan sampah yang efektif. "Jika pasar tertata, pengelolaan sampah akan lebih mudah. Keduanya harus berjalan beriringan," ujarnya.
Sebagai langkah awal, Pemerintah Kota Batam akan melakukan pendataan menyeluruh terhadap seluruh pasar untuk menentukan skala prioritas penanganan. Dari sekitar 60 pasar, sebanyak 54 dikelola pihak swasta dan enam lainnya merupakan aset pemerintah.
Pasar yang belum memenuhi standar pengelolaan sampah akan menjadi fokus utama. Tim gabungan dijadwalkan turun langsung ke lapangan untuk memetakan kondisi riil, termasuk memanfaatkan teknologi seperti drone guna mempercepat identifikasi.
Penataan dilakukan secara bertahap dengan target perbaikan di sejumlah titik setiap hari. Dalam implementasinya, koordinasi lintas sektor, khususnya antara Pemko Batam dan Badan Pengusahaan Batam, disebut menjadi faktor krusial keberhasilan.
Di sisi lain, pengangkutan sampah tetap berjalan seperti biasa sembari menunggu formulasi solusi jangka panjang yang lebih komprehensif. "Kami ingin setiap langkah yang diambil hari ini memberi dampak jangka panjang, demi Batam yang lebih bersih, tertata, dan berkelanjutan," tutup Li Claudia.
Editor: Gokli
