logo batamtoday
Minggu, 26 April 2026
PKP BATAM


Investasi Batam Triwulan I-2026 Tembus Rp 17,4 Triliun, PMA dan PMDN Berimbang
Sabtu, 25-04-2026 | 10:48 WIB | Penulis: Redaksi/Alex
 
Ilustrasi.  

BATAMTODAY.COM, Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat realisasi investasi pada triwulan I-2026 mencapai Rp 17,4 triliun. Capaian tersebut terdiri dari penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 8,8 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp 8,5 triliun.

Angka ini menunjukkan lonjakan signifikan, yakni tumbuh 102,85 persen secara tahunan (year-on-year) dan meningkat 68,92 persen dibandingkan triwulan sebelumnya (quarter-to-quarter). Pertumbuhan tersebut menegaskan akselerasi kuat Batam sebagai salah satu pusat investasi paling dinamis di Indonesia pada awal 2026.

Dari sisi komposisi, struktur investasi dinilai semakin solid dengan keseimbangan antara PMA dan PMDN. Bahkan, PMDN mencatat pertumbuhan tertinggi hingga 216 persen secara tahunan, mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor domestik, sementara PMA tetap berada pada level yang kuat.

Secara sektoral, realisasi investasi didominasi industri mesin dan elektronik sebesar 23,65 persen, disusul sektor kimia dan farmasi 21,18 persen, jasa lainnya 17,70 persen, serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar 13,09 persen. Komposisi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan Batam ditopang sektor bernilai tambah sekaligus memperkuat ekosistem industri.

Di tingkat regional, Batam menyumbang sekitar 73,5 persen dari total realisasi investasi Provinsi Kepulauan Riau yang mencapai Rp 23,8 triliun pada periode yang sama. Hal ini mempertegas peran strategis Batam sebagai motor utama penggerak ekonomi kawasan.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap Batam. "Lonjakan ini menunjukkan Batam tidak hanya mampu menarik investasi, tetapi juga mengeksekusinya secara lebih cepat, pasti, dan produktif," ujarnya.

Senada, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menilai dominasi Batam terhadap investasi di Kepulauan Riau memiliki arti strategis bagi perekonomian daerah. "Batam memegang peran sentral dalam menggerakkan ekonomi kawasan. Pertumbuhan ini memberikan efek berantai ke sektor industri, logistik, perdagangan, dan jasa," katanya.

Sementara itu, Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menekankan pentingnya kualitas dalam pertumbuhan investasi. "Ini bukan sekadar lonjakan angka, melainkan menunjukkan struktur investasi yang sehat. PMA tetap kuat dan PMDN tumbuh agresif, menandakan Batam semakin dipersepsikan sebagai kawasan yang feasible, bankable, dan executable," ujarnya.

Berdasarkan negara asal investor, Singapura menjadi kontributor terbesar dengan nilai investasi Rp 4,82 triliun, diikuti Hong Kong, Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang. Sebaran ini mencerminkan posisi strategis Batam dalam jaringan investasi regional maupun global.

BP Batam menyatakan akan menjaga momentum pertumbuhan melalui penguatan layanan investasi, percepatan penyediaan lahan dan utilitas, serta peningkatan kepastian berusaha. Ke depan, Batam tidak hanya menargetkan peningkatan nilai investasi, tetapi juga pembangunan ekosistem industri yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit