logo batamtoday
Sabtu, 25 April 2026
PKP BATAM


Hashim Ungkap RI Punya Fundamental Ekonomi Kuat di Tengah Gejolak Geopolitik
Jumat, 24-04-2026 | 18:48 WIB | Penulis: Redaksi
 
Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo. (ANTARA)  

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan di tengah gejolak geopolitik global, Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang kuat dengan ketahanan pangan, energi dan fiskal yang tetap terjaga.

Ia mengatakan ketahanan energi Indonesia saat ini masih relatif stabil, didukung langkah antisipatif pemerintah serta diplomasi strategis Presiden dengan mitra global.

“Upaya swasembada pangan, penguatan cadangan energi, termasuk komitmen pasokan minyak hingga sekitar 150 juta barel melalui kerja sama internasional, serta diplomasi tingkat tinggi turut memperkokoh posisi Indonesia dibanding banyak negara lain,” ujar Hashim dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (25/4/2026).

Ke depan, lanjutnya, optimalisasi penerimaan negara melalui digitalisasi dan pengawasan berbasis teknologi menjadi kunci untuk semakin memperkuat kapasitas fiskal nasional.

Sebagai informasi, Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan Indonesia mendapat 150 juta barel minyak dari Rusia dengan harga khusus, hasil kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia.

Hashim menjelaskan bahwa kesepakatan tersebut merupakan buah dari kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia pada Senin (13/4/2026). Dalam kunjungan tersebut, Prabowo bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin selama tiga jam.

Dalam pertemuan tersebut, tutur Hashim, mulanya Rusia menyetujui untuk segera mengirim 100 juta barel minyak ke Indonesia dengan harga khusus.

Apabila Indonesia masih membutuhkan tambahan, kata Hashim, maka Rusia akan menambah pasokan sebesar 50 juta barel minyak untuk Indonesia menghadapi gejolak ekonomi.

Dengan demikian, Rusia menjadi alternatif pemasok energi ke Indonesia di tengah krisis energi yang saat ini sedang melanda dunia akibat perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.

Diwartakan sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membidik minyak mentah atau crude yang diimpor dari Rusia bisa dikirim ke Indonesia mulai bulan April 2026.

Sementara itu, untuk pembelian LPG dari Rusia, Bahlil menyampaikan masih dalam proses finalisasi. Persentase LPG yang diimpor dari Rusia terhadap total kebutuhan Indonesia pun masih dalam pembahasan.

Langkah-langkah tersebut merupakan strategi pemerintah untuk menjamin keandalan pasokan energi di tengah kondisi geopolitik yang tidak menentu.

Sumber: ANTARA

Editor: Yudha

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit