logo batamtoday
Kamis, 02 April 2026
PKP BATAM


Kemendikdasmen Perketat Akses Digital Anak, Dorong 7 Kebiasaan dan Atur Screen Time
Senin, 30-03-2026 | 15:48 WIB | Penulis: Redaksi
 
Ilustrasi.  

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah menaruh perhatian serius terhadap terciptanya lingkungan belajar yang sehat bagi peserta didik, seiring meningkatnya penggunaan gawai yang dinilai berdampak pada kualitas pembelajaran di sekolah maupun di rumah.

Melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, pemerintah mendorong penguatan ekosistem pendidikan dengan mendukung penerapan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan kebijakan tersebut bertujuan memastikan teknologi tetap menjadi sarana pendukung pendidikan, bukan sebaliknya. "Kebijakan penundaan akses anak pada platform digital berisiko merupakan langkah penting untuk memastikan teknologi tetap menjadi alat pendukung pendidikan. Seluruh guru memiliki peran strategis dalam menyukseskan kebijakan ini," ujarnya di Jakarta, Sabtu (28/3/2026).

Ia menjelaskan, implementasi kebijakan dilakukan melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) serta penerapan konsep Screen Time, Screen Zone, dan Screen Break (3S). Program ini diharapkan mampu membentuk kebiasaan positif sekaligus mengurangi ketergantungan anak terhadap perangkat digital.

Menurut Mu’ti, kondisi saat ini menunjukkan masih adanya adiksi penggunaan gawai pada peserta didik yang berpotensi mengganggu proses belajar dan perkembangan karakter. Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret untuk menciptakan suasana pembelajaran yang lebih sehat dan seimbang.

Meski demikian, ia mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap kebijakan tersebut. Pemerintah, kata dia, tetap memastikan program literasi digital berjalan beriringan dengan pembatasan akses.

"Kami memastikan edukasi berbasis digital di sekolah tetap berlangsung dengan pendampingan guru, sehingga peserta didik dapat memanfaatkan teknologi secara optimal dan bijak," katanya.

Selain itu, Kemendikdasmen juga mendorong sekolah untuk menyediakan lebih banyak aktivitas fisik guna menyeimbangkan penggunaan teknologi. "Kami mengajak sekolah memperbanyak kegiatan fisik bagi peserta didik. Dengan begitu, penguatan karakter melalui 7 KAIH dan 3S dapat berjalan optimal. Teknologi adalah alat, tetapi karakter adalah kemudi," tegasnya.

Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan generasi yang tidak hanya cakap secara digital, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit