logo batamtoday
Sabtu, 07 Maret 2026
PKP BATAM


KJRI Perth Gelar Workshop Seni Budaya Indonesia untuk Guru Bahasa di Australia Barat
Jum\'at, 06-03-2026 | 11:48 WIB | Penulis: Redaksi
 
KBRI Perth menggelar workshop seni budaya Indonesia bagi para pengajar bahasa yang tergabung dalam program KETAWA dari Department of Education Western Australia (DEoWA) pada Sabtu (28/2/2026) di Perth, Australia. (Kemlu)  

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Perth menggelar workshop seni budaya Indonesia bagi para pengajar bahasa yang tergabung dalam program KETAWA dari Department of Education Western Australia (DEoWA). Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (28/2/2026) di Perth, Australia.

Workshop ini diikuti oleh 22 pengajar program KETAWA dari berbagai wilayah Australia Barat serta dua perwakilan DEoWA. Kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan seni budaya Indonesia sekaligus memberikan referensi materi pengajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran daring bagi siswa sekolah dasar di Australia Barat.

Program KETAWA sendiri merupakan model pembelajaran bahasa Indonesia secara fleksibel dan daring yang dirancang khusus bagi siswa kelas 3 hingga 6 sekolah dasar. Program ini bertujuan membantu siswa memahami bahasa Indonesia dalam konteks budaya, sekaligus meningkatkan keterampilan komunikasi dan pemahaman lintas budaya.

Dalam sambutannya, Konjen RI di Perth menekankan pentingnya kolaborasi antara KJRI Perth, DEoWA, dan sekolah-sekolah di Australia Barat dalam mempromosikan bahasa Indonesia kepada generasi muda. "Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para pengajar untuk memperoleh referensi baru dalam mengajarkan seni dan budaya Indonesia kepada para siswa," ujar perwakilan KJRI Perth dalam sambutannya.

Perwakilan DEoWA, Angela Melia selaku Education Officer, menyampaikan apresiasi atas dukungan KJRI Perth dalam penyelenggaraan workshop tersebut. Menurutnya, bahasa Indonesia merupakan salah satu bahasa utama dalam program Language Other Than English (LOTE) di Australia Barat.

"Kami berkomitmen untuk terus menjadikan bahasa Indonesia lebih mudah diakses dan menarik bagi siswa. Salah satu caranya adalah dengan memperkenalkan langsung seni dan budaya Indonesia kepada para pengajar," kata Angela.

Dalam workshop tersebut, para peserta diperkenalkan dengan berbagai unsur seni budaya Indonesia, mulai dari musik tradisional seperti gamelan dan angklung, tarian Indonesia seperti poco-poco, hingga praktik memasak makanan tradisional dadar gulung.

Kegiatan memasak dipandu oleh Chef David dari restoran Indonesia Ah Beng. Sejumlah peserta mengaku sudah cukup familiar dengan beberapa materi workshop karena sebelumnya pernah mengikuti kegiatan serupa dalam kunjungan ke sekolah. Namun bagi pengajar yang berasal dari wilayah regional Australia Barat seperti Gingin, York, dan Geraldton, kegiatan tersebut menjadi pengalaman baru.

Pihak DEoWA juga menyatakan akan mempromosikan workshop seni budaya tersebut kepada seluruh pengajar bahasa Indonesia di Australia Barat agar lebih banyak sekolah dapat mengenal budaya Indonesia secara langsung.

Kegiatan ditutup dengan makan siang bersama yang menghadirkan hidangan tradisional Indonesia dalam konsep rijsttafel yang disajikan oleh restoran Ah Beng.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit