BATAMTODAY.COM, Surabaya - Pemerintah menyiapkan insentif tambahan hingga Rp 30 juta per bulan bagi dokter spesialis yang bersedia bertugas di daerah terpencil sebagai upaya mempercepat pemerataan layanan kesehatan nasional. Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut mulai diterapkan pada Januari 2026.
Insentif diberikan di luar gaji pokok, jasa pelayanan, serta berbagai tunjangan lainnya, sehingga total penghasilan dokter spesialis yang bertugas di daerah dapat mencapai Rp 40 juta hingga Rp 50 juta per bulan. "Dokter spesialis yang mau bekerja di daerah terpencil kita beri tambahan Rp 30 juta per bulan," ujar Budi.
Kebijakan ini menyasar wilayah yang selama ini mengalami kekurangan dokter spesialis, seperti Nias, Maluku, Papua, serta sejumlah daerah terpencil lainnya. Selain dukungan finansial, pemerintah juga menyiapkan fasilitas pendukung berupa rumah dinas dan kendaraan operasional untuk menunjang kenyamanan dokter selama bertugas.
"Kita tidak hanya memberikan insentif uang, tetapi juga rumah dan fasilitas agar mereka nyaman bekerja di daerah," katanya.
Budi menilai persoalan distribusi dokter spesialis masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Dengan jumlah penduduk sekitar 280 juta jiwa, produksi dokter spesialis yang hanya sekitar 2.700 orang per tahun dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan layanan kesehatan nasional.
Untuk mempercepat pemenuhan tenaga medis, pemerintah juga mendorong pelaksanaan program fellowship serta pengembangan pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit. Skema tersebut diharapkan dapat mempercepat ketersediaan dokter spesialis dibandingkan jalur pendidikan reguler.
"Kalau menunggu pendidikan normal bisa empat sampai delapan tahun. Kita percepat melalui fellowship satu tahun," jelas Budi.
Ia menegaskan, penempatan dokter spesialis di daerah harus disertai dengan kesiapan sarana dan prasarana kesehatan agar layanan dapat berjalan optimal. "Percuma kita kirim dokter spesialis kalau alatnya tidak ada. Jadi, alat dan sumber daya manusia harus berjalan beriringan," tegasnya.
Editor: Gokli
