logo batamtoday
Rabu, 01 April 2026
PKP BATAM


Bau Menyengat Kopra Ganggu Aktivitas di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Polisi Minta Pengemasan Diubah
Sabtu, 22-11-2025 | 14:28 WIB | Penulis: Harjo
 
Personel Polsek Bintan Utara, saat melakukan kroscek terhadap armada pengangkut limbah kopra di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Jumat (21/11/2025) malam. (Foto: Harjo)  

BATAMTODAY.COM, Tanjunguban - Aroma busuk dari muatan kulit ari kelapa basah milik CV Nusantara Coco dikeluhkan pengguna jasa dan warga sekitar Pelabuhan ASDP Tanjunguban. Gangguan itu muncul akibat tetesan air dari kopra basah yang diangkut pada Jumat (21/11/2025), sehingga menimbulkan bau menyengat di area pelabuhan.

Kapolsek Bintan Utara, Kompol Nurman, mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti laporan masyarakat dengan melakukan pengecekan langsung di lapangan melalui Pos Pengamanan Pelabuhan ASDP Tanjunguban.

"Hasil pemeriksaan menunjukkan benar ada truk pengangkut kulit ari kelapa milik CV Nusantara Coco yang meneteskan air dari kopra basah," ujarnya, Sabtu (22/11/2025).

Nurman menegaskan, perusahaan wajib memperbaiki metode pengemasan maupun teknik pengangkutan agar tidak menimbulkan bau yang mengganggu masyarakat maupun pengguna jasa ASDP. "Kami meminta CV Nusantara Coco memperhatikan kembali cara pengemasan atau pengangkutan kopra basah, sehingga tidak menimbulkan aroma menyengat di kawasan pelabuhan," katanya.

Ia menambahkan, pihak perusahaan juga diminta melakukan evaluasi menyeluruh atas proses pengiriman untuk mencegah kejadian serupa, khususnya terkait penanganan air sisa kopra yang kerap menetes selama perjalanan.

Sementara itu, Kepala Supervisi ASDP Tanjunguban, Sukma Nugraha, mengatakan pihaknya masih memberikan toleransi untuk satu lori terakhir yang sudah terlanjur masuk ke kapal. "Kami izinkan menyebrang dengan catatan tetesan air ditampung menggunakan ember," ujarnya.

Namun, Sukma menegaskan bahwa kebijakan itu tidak akan berlaku lagi jika pola pengemasan tidak diperbaiki. "Jika lori berikutnya masih menetes dan menimbulkan bau, kami tolak menyebrang. Pengemasan harus benar-benar aman agar tidak mengganggu kenyamanan pengguna jasa maupun warga sekitar," tegasnya.

Langkah pengetatan ini diharapkan dapat menghilangkan keluhan masyarakat sekaligus menjaga kenyamanan aktivitas di Pelabuhan ASDP Tanjunguban.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit