logo batamtoday
Rabu, 01 April 2026
PKP BATAM


Lori Muatan Kopra Timbulkan Bau Tak Sedap di Pelabuhan ASDP Tanjunguban
Jumat, 21-11-2025 | 18:48 WIB | Penulis: Harjo
 
Tetesan air dari lori pengangkut kopra timbulkan bau tak sedap menyengat di Pelabuhan ASDP Tanjunguban. (Harjo/BTD)  

BATAMTODAY.COM, Bintan - Tetesan air dari lori bermuatan kopra menimbulkan bau tidak sedap yang menganggu kenyamanan calon penumpang dan warga sekitar Pelabuhan ASDP Tanjunguban.

"Ada dua lori dengan muatan diduga limbah kelapa, air dari bak lori terus menetes. Menimbulkan bau tidak sedap dan menyengat, ini sangat menganggu kenyamanan," ujar Kartika salah seorang warga di pelabuhan ASDP Tanjunguban, Jumat (21/11/2025) petang.

Dia berharap, agar pihak pemilik atau pengangkut kopra bisa lebih profesional mengelola pengangkutannya dan dikemas dengan baik. Sehingga, air kopra tidak menetes dan membuat orang di sekitar pelabihan ASDP terganggu. Apalagi pemilik warung pastinya sangat dirugikan, karena bau tersebut orang malas mau mampir atau berbelanja, minum dan makan.

"Jangan hanya mengejar keuntungan pribadi, tidak mempertimbangkan dampak yang dirugikan orang lain. Harus pihak yang berkopeten di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, bisa menegur atau mengambil sikap. Agar pemilik kopra tidak asal-asalan, mengangkut kopra yang menimbulkan bau tidak sedap tersebut," ungkapnya.

Sementara Kepala Supervisi ASDP Tanjunguban, Sukma Nigraha, menbenarkan adanya lori asal PT Bionesia Lobam bermuatan kopra yang akan menyebarang ke Batam menimbulkan bau tidak sedap yang sangat menyengat, karena air dari bak lori menetes ke aspal dan tanah.

"Kami sering tegur, namun alasannya itu kategori Sembako. Makanya lori pengangkut Kopra parkir di samping gedung kosong atau buffer zone. Akibatnya bahkan menimbulkan lahan becek dan bau tidak sedap," terangnya.

Terkait lori dengan muatan Kopra ini, memang sudah sering dikomplain, apalagi dari para wisatawan yang akan berlibur. Karena bau, bahkan pihak ASDP sempat beli tanah timbun, untuk menimbun bekas tetesan air yang menetes dari lori, untuk mengurangi bau yang ditimbulkan.

"Mau ditolak, kopra katanya masuk sembako. Semoga ke depan pemilik dan pengangkut, bisa lebih profesional dalam mengelola dan mengangkut kopra tersebut," harapnya.

Editor: Yudha

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit