logo batamtoday
Senin, 11 Mei 2026
PKP BATAM


Pekan Budaya Melayu Nusantara Resmi Dibuka di Tanjungpinang, Pulau Penyengat Jadi Sorotan
Rabu, 20-08-2025 | 12:28 WIB | Penulis: Devi Handiani
 
BPK Provinsi Kepulauan Riau resmi membuka Pekan Budaya Melayu Nusantara di Lapangan Pamedan, Jalan Ahmad Yani, Selasa (19/8/2025) malam. (Istimewa)  

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Provinsi Kepulauan Riau resmi membuka Pekan Budaya Melayu Nusantara di Lapangan Pamedan, Jalan Ahmad Yani, Selasa (19/8/2025) malam. Meski sempat diguyur gerimis, ribuan masyarakat tetap antusias menghadiri ajang budaya yang berlangsung hingga 22 Agustus mendatang.

Kepala BPK Kepri, Jumhari, menegaskan bahwa Tanjungpinang memiliki posisi penting sebagai pusat wisata budaya Melayu. Terlebih, sejak 2018 Pulau Penyengat telah ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya nasional. "Pulau Penyengat sekarang posisinya sebagai bagian penting dalam proses peradaban Nusantara, terutama terkait peradaban Melayu," ujarnya.

Ia menyebut, banyak warisan budaya tak benda lahir dari Kerajaan Melayu Riau-Lingga, mulai dari silat, pantun, hingga kebaya labuh. Bahkan, kesenian Makyong dijadwalkan ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda pada tahun depan.

"InsyaAllah pada 23 Agustus nanti ada pertemuan dengan Dinas Kebudayaan Kepri dan Yayasan Warisan Johor untuk mendorong pengusulan Zapin agar bisa didaftarkan pada 2027. Harapannya, tahun 2028 Zapin ditetapkan bersama Malaysia sebagai warisan dunia," jelas Jumhari.

Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, menekankan Pekan Budaya Melayu Nusantara tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga sarana menghidupkan kembali identitas budaya. "Sejak dahulu Melayu dikenal sebagai bangsa beradab. Budaya bukan sekadar hiasan, melainkan nafas kehidupan," ucapnya.

Menurut Raja, Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan Nomor 5 Tahun 2017 memberi ruang dan payung hukum untuk menjaga kelestarian pusaka budaya. Karena itu, Pemko Tanjungpinang berkomitmen menjadikan ajang ini berkelanjutan.

"Berbagai kesenian ditampilkan di sini, mulai dari lomba syair musikal, lagu Melayu akustik, tari persembahan, hingga fashion show busana khas. Ini ruang bagi generasi muda untuk mencintai budayanya sendiri," tuturnya.

Raja Ariza berharap Pekan Budaya Melayu Nusantara bisa berkembang menjadi program tahunan yang melahirkan pewaris budaya baru. "Pemko akan terus mendukung kemajuan budaya melalui sinergi dan kolaborasi. Kita ingin menjadikan Tanjungpinang sebagai kota yang bertumpu pada warisan Melayu, namun tetap maju mengikuti arus zaman," tegasnya.

Sebagai penutup malam pembukaan, Group Musik Dermaga Musikal dari Medan sukses memeriahkan suasana dengan lantunan lagu-lagu Melayu yang disambut hangat oleh penonton.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit