logo batamtoday
Kamis, 11 Juni 2026
PKP BATAM


Ketua Pemuda Batak Bersatu Kutuk Keras Penganiayaan ART di Batam dan Serukan Kemanusiaan
Rabu, 25-06-2025 | 20:08 WIB | Penulis: Aldy Daeng
 
Ketua Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kota Batam, Martua Susanto Manurung. (Dok BTD)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Ketua Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kota Batam, Martua Susanto Manurung, menyatakan sikap tegasnya mengecam aksi penganiayaan asisten rumah tangga (ART) yang baru-baru ini terjadi di Batam.

Dalam pernyataannya, Martua menegaskan bahwa setiap bentuk kekerasan, terlepas dari profesi atau latar belakang korban, adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan.

"Kita sebagai manusia harus memanusiakan manusia. Tidak boleh ada perlakuan yang melebihi kekejaman terhadap binatang sekalipun," ujar Martua dengan nada tegas, Rabu (25/6/2025).

Seperti diketahui, baru-baru ini, penganiayaan keji menimpa seorang asisten rumah tangga (ART) bernama Intan, di kawasan Sukajadi, Kota Batam, oleh majikannya Rosalina dan M, ART lainnya di rumah tersebut.

Keduanya pun sudah ditetapkan tersangka, dijerat dengan Pasal 44 Ayat 2 UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP tentang turut serta, dengan ancaman hukuman berupa pidana penjara paling lama 10 tahun atau denda maksimal Rp 30 juta.

Ketua PBB Kota Batam itu menambahkan, bahwa tindakan kekerasan tidak hanya melukai korban secara fisik, tetapi juga merusak nilai-nilai kemanusiaan dan persatuan di masyarakat.

Martua juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya pemuda, untuk menjadi pelopor perdamaian dan menolak segala bentuk tindakan anarkis.

"Pemuda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga keharmonisan sosial. Jangan sampai emosi dan kebencian mengalahkan akal sehat dan hati nurani," pesannya.

Kejadian penganiayaan yang terjadi di Batam belakangan ini telah memicu keprihatinan berbagai pihak. Martua berharap aparat penegak hukum dapat bertindak tegas untuk mengusut tuntas kasus tersebut dan memberikan efek jera bagi pelaku.

Pemuda Batak Bersatu Kota Batam siap mendukung upaya-upaya penegakan hukum dan perdamaian di masyarakat. Martua menutup pernyataannya dengan seruan agar semua pihak menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.

"Kita semua sama, ciptaan Tuhan yang harus saling menghargai dan melindungi," pungkasnya.

 

Editor: Yudha

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit