logo batamtoday
Jum'at, 30 Januari 2026
PKP BATAM


Siapa Pengusaha Inisial AM Diduga di Balik Keberadaan LC Asal Vietnam di Batam?
Rabu, 11-06-2025 | 11:08 WIB | Penulis: Paskalis Rianghepat
 
Dua LC Vietnam setelah ditangkap Polsek Lubuk Baja, dalam kasus pengeroyokan DJ Stevanie di Firs Club Batam. (Foto: Aldy Daeng)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Sosok pengusaha berinisial AM kembali menjadi sorotan setelah diduga berada di balik keberadaan sejumlah ladies companion (LC) warga negara asing (WNA) asal Vietnam dan Tiongkok yang bekerja di berbagai tempat hiburan malam di Kota Batam.

Informasi dari sumber terpercaya menyebutkan bahwa para WNA tersebut tinggal di sebuah rumah toko (ruko) yang terletak di kawasan Kampung Seraya, Batam, yang disebut-sebut sebagai milik AM. "Mereka (WNA) itu tinggal di ruko yang dibuat mirip hotel di Kampung Seraya. Sudah sekitar satu hingga dua bulan ini," ungkap sumber, yang juga berprofesi sebagai LC di salah satu tempat hiburan malam di Batam, Selasa (10/6/2025).

Informasi yang dihimpun di lapangan, para perempuan asing tersebut diangkut setiap malam menggunakan kendaraan pribadi menuju tempat mereka bekerja, dan kembali pada pagi harinya.

"Dari awal memang kami (warga Kampung Seraya) sudah curiga para wanita-wanita di dalam ruko itu merupakan orang asing. Tetapi kami sulit membuktikan karena tak pernah berinteraksi dengan mereka. Setahu kami (warga) mereka kelar malam, pulang pagi, diantar jemput pakai mobil pribadi," ungkap sumber yang bermukim tak jauh dari ruko tempat tinggal para wanita diduga WNA di Kampung Seraya, Selasa malam.

Nama AM kembali mencuat setelah dua LC asal Vietnam yang terlibat dalam kasus pengeroyokan terhadap DJ Stevani di First Club Batam diketahui juga menetap di ruko tersebut. Kedua WNA tersebut ditangkap aparat saat hendak melarikan diri melalui Pelabuhan Harbour Bay, Batu Ampar.

"Keduanya hendak meninggalkan Indonesia lewat pelabuhan. Setelah kami lakukan penyelidikan dan pelacakan, mereka berhasil kami tangkap dan kini sudah diamankan untuk proses lebih lanjut," ujar Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Iptu Noval, saat konferensi pers, pada Senin (9/6/2025).

Sebelumnya, AM juga sempat dikaitkan dengan kasus besar lainnya, yakni love scamming yang melibatkan 88 warga negara Tiongkok di Kawasan Cammo Industrial Park, Batam Center, yang diungkap oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Riau pada Selasa, 29 Agustus 2023.

Tak berselang lama, pada Selasa, 5 September 2023, sebanyak 42 WN Tiongkok kembali ditangkap di Pulau Kasu, Kecamatan Belakangpadang, Kota Batam. Kedua kasus tersebut disebut sebagai bagian dari jaringan yang sama dan saling berkaitan.

Meski nama AM belum secara resmi diumumkan sebagai tersangka, keterlibatannya dalam beberapa kasus besar yang melibatkan pekerja asing ilegal dan jaringan kriminal lintas negara terus menjadi perhatian publik. Aparat penegak hukum diharapkan segera menindaklanjuti dugaan-dugaan tersebut demi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Batam.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit