BATAMTODAY.COM, Batam - Upaya penyelundupan narkoba dalam jumlah besar berhasil digagalkan TNI Angkatan Laut. Sebuah kapal asal Thailand yang membawa 1,9 ton narkoba jenis sabu (sebelumnya disebut 700 kg) dan kokain berhasil ditangkap di perairan Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa malam hingga Rabu dini hari (13-14 Mei 2025).
Hal ini disampaikan langsung oleh Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada I) Laksamana Madya TNI Fauzi, saat konferensi pers, yang juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Saprudin, BNN Kepri, Bea cukai, Kejaksaan Tinggi Kepri dan Kejari Batam, serta forkopimda Kepri lainya, di Mako Lantamal IV Batam, Jumat, (16/5/2025).
Laksamana Madya TNI Fauzi, menyampaikan bahwa kapal ikan bernama Aungtoetoe 99 ditangkap karena mencurigakan. Kapal tersebut tidak menunjukkan aktivitas penangkapan ikan dan mencoba kabur saat didekati petugas. Setelah dilakukan pengejaran, kapal berhasil dihentikan di koordinat 00 derajat 44.216' U - 103 derajat 37.585' T.

KIA berbendera Thailand yang ditangkap oleh Tim F1QR Lanal Tanjung Balai Karimun (TBK) pada Selasa malam (13/5/2025), diduga membawa narkotika jenis sabu dalam jumlah besar yang dikemas dalam karung dengan modus menyamar sebagai teh China. (Foto: Istimewa)
Dari hasil pemeriksaan awal, didapati lima awak kapal, terdiri dari satu kapten warga negara Thailand dan empat Anak Buah Kapal (ABK) warga Myanmar, keselur crew kapal tidak memiliki dokumen identitas maupun surat resmi. Lebih mencurigakan lagi, kapal tersebut tidak dilengkapi alat tangkap ikan, sperti kapal ikan pada umumnya.
Kecurigaan petugas pun terbukti. Dari ruang penyimpanan kapal, ditemukan 95 karung mencurigakan, 35 karung berisi 700 kg sabu dalam bungkus teh China hijau, serta 60 karung berisi 1,2 ton kokain dalam bungkus teh China merah. Total narkoba yang disita mencapai 1,9 ton dengan nilai ditaksir sekitar Rp 7 triliun.
"Namun bagi kami, bukan nilai barangnya yang utama, melainkan ancaman kerusakan generasi muda yang menjadi perhatian serius," ungkap Laksamana Madya TNI Fauzi.
Pangkoarmada I juga menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara TNI AL, Polda Kepri, Bea Cukai, BNN, BINDA, dan Forkopimda Kepri. Pada kesempatan ini, Pangkoarmada juga memberikan apresiasi atas sinergi dan kolaborasi seluruh forkopimda di provinsi yang menjadi perbatasan dengan sejumlah negara tetangga.
"Kepri adalah pintu gerbang Indonesia. Kami berkomitmen menjaga wilayah ini dari masuknya barang haram," jelas Pangkoarmada l.

Konfrensi pers pengungpan penyelundupan sabu sebanyak 1,9 ton dalam kapal ikan asing (KIA) berbendera Thailan. Kapal yang mengangut arkoba jenis sabu tersebut ditangkap TNI AL di perairan Selat Durian, Kabupaten Karimun pada Selasa malam (13/5/2025).
Laksamana Madya TNI Fauzi, menyebut bahwa para awak kapal disebut menerima bayaran sekitar Rp 14 juta jika dirupiahkan, upah itu bertujuan untuk menjalankan misi penyelundupan tersebut. Ia juga menyampaikan, kasus ini akan diserahkan ke pihak berwenang untuk penyidikan lebih lanjut.
"Kelima tersangka dan barang bukti akan diserahkan ke BNN untuk proses penyidikan lebih lanjut," sebutnya.
Ditanya terkait dari mana dan akan dibawa kemana narkoba yang hampir 2 ton itu, Pangkoarmada mengatakan, saat ini masih dalam tahap penyelidikan.
"Pihak berwenang masih mendalami dari mana asal narkoba ini dan ke mana tujuan akhirnya. Penyelidikan terus berlangsung dan diharapkan bisa membongkar jaringan besar di balik upaya penyelundupan internasional ini," tegasnya.
Di tempat yang sama, Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh aparat yang terlibat. "Ini merupakan keberhasilan luar biasa yang menunjukkan kesiapsiagaan dan kekompakan aparat. Sinergi ini harus terus dijaga," ujar Nyanyang Haris.
Editor: Yudha
