logo batamtoday
Jum'at, 01 Mei 2026
PKP BATAM


Tim F1QR Lanal TBK Tangkap Kapal Ikan Asing Bawa 700 Kg Diduga Sabu di Selat Durian
Jumat, 16-05-2025 | 11:48 WIB | Penulis: Freddy
 
KIA berbendera Thailand yang ditangkap oleh Tim F1QR Lanal Tanjung Balai Karimun (TBK) pada Selasa malam (13/5/2025), diduga membawa narkotika jenis sabu dalam jumlah besar yang dikemas dalam karung dengan modus menyamar sebagai teh China. (Foto: Istimewa)  

BATAMTODAY.COM, Karimun - Sebuah kapal ikan asing (KIA) berbendera Thailand ditangkap oleh Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Lanal Tanjung Balai Karimun (TBK) pada Selasa malam (13/5/2025).

Kapal tersebut diduga membawa narkotika jenis sabu dalam jumlah besar yang dikemas dalam karung dengan modus menyamar sebagai teh China.

Penangkapan dilakukan pada pukul 22.45 WIB hingga 00.30 WIB di Perairan Selat Durian, tepatnya di koordinat 00 44.216' U - 103 37.585' T. Dari hasil pemeriksaan awal terhadap anak buah kapal (ABK), diketahui bahwa kapal tersebut memuat 95 karung mencurigakan yang terdiri dari dua jenis kemasan.

"Saat dilakukan interogasi, nakhoda kapal mengaku bahwa mereka membawa karung-karung yang berisi kemasan teh China. Sebanyak 35 karung berwarna kuning berisi masing-masing 20 bungkus teh China hijau, dan 60 karung putih berisi masing-masing 20 bungkus teh China merah," ungkap sumber di Lanal TBK.

Total barang yang ditemukan terdiri dari 700 bungkus teh China hijau dengan berat total sekitar 700 kilogram, dan 1.200 bungkus teh China merah dengan berat sekitar 1.200 kilogram.

Selanjutnya, tim dari Kantor Wilayah Bea Cukai Kepulauan Riau melakukan pengujian awal terhadap barang-barang tersebut menggunakan alat Narkotest Reagent U dan Reagent L. "Hasil pengujian menunjukkan bahwa kemasan teh China hijau positif mengandung methamphetamine, atau sabu-sabu, dengan berat sekitar 700 kilogram," jelas perwakilan Bea Cukai Kepri, yang ikut dalam operasi.

Sementara itu, kemasan teh China merah tidak menunjukkan perubahan warna selama pengujian, sehingga disarankan untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan di laboratorium. "Untuk kemasan merah belum bisa dipastikan isinya, namun akan terus melakukan penyelidikan lebih lanjut bersama instansi terkait," lanjut sumber.

Operasi penangkapan ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI AL dan Bea Cukai dalam memberantas penyelundupan narkotika melalui jalur laut, yang hingga kini masih menjadi jalur favorit sindikat internasional. "Kami akan terus memperketat pengawasan di wilayah perairan rawan dan memperkuat patroli gabungan untuk menjaga keamanan laut nasional," tutup sumber.

Saat ini, kapal, barang bukti, dan seluruh awak kapal telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut di bawah koordinasi TNI AL dan aparat penegak hukum lainnya.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit