BATAMTODAY.COM, Jakarta - Tiga karya sineas Indonesia berhasil mengharumkan nama bangsa di kancah internasional setelah meraih penghargaan dalam ajang Golden FEMI Film Festival 2026 yang berlangsung di Sofia, Bulgaria, pada 6 Juni 2026.
Prestasi tersebut menjadi bagian dari penguatan diplomasi budaya Indonesia sekaligus memperluas promosi industri kreatif nasional di tingkat global.
Film panjang Solata karya sutradara Ichwan Persada meraih penghargaan "Special Award for Cinema from the Emerald of the Equator: Cultural Contribution and Humanism". Penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi atas kekuatan cerita yang mengangkat nilai-nilai budaya dan kemanusiaan.
Selain Solata, film dokumenter DJUM karya Ahmad Brilian Maulana Vitjayanto serta film pelajar Dolanan Nusantara karya Dimas Surya Pratama juga berhasil meraih penghargaan pada kategori masing-masing.
Penghargaan untuk Solata diterima langsung oleh Ichwan Persada. Sementara penghargaan bagi DJUM dan Dolanan Nusantara diterima oleh Listiana Operananta yang mewakili para sineas Indonesia.
Golden FEMI Film Festival merupakan festival film internasional yang berada di bawah patronase Wakil Presiden Bulgaria, Iliana Iotova. Kegiatan tersebut turut dihadiri pelaku industri perfilman dunia serta para duta besar dari berbagai negara, di antaranya Armenia, Lebanon, Siprus, Mongolia, Maroko, Polandia, dan Argentina.
Keberhasilan di Bulgaria semakin memperpanjang catatan prestasi internasional film Solata. Sebelumnya, film tersebut telah ditayangkan dalam Festival Film MENAR di Bulgaria pada Januari 2026.
Selanjutnya, Solata dijadwalkan mengikuti Tirana International Film Festival di Albania, festival film bergengsi yang memiliki status kualifikasi menuju penghargaan Academy Awards atau Oscar.
Duta Besar RI untuk Bulgaria, Listiana Operananta, menilai industri kreatif, khususnya perfilman, memiliki peran penting sebagai sarana diplomasi publik yang mampu menjembatani hubungan antarbangsa. "Film mampu menghadirkan kisah tentang kemanusiaan, budaya, dan harapan yang dapat dipahami oleh siapa pun, di mana pun," ujarnya.
Menurutnya, penghargaan yang diraih tiga film Indonesia tersebut membuktikan bahwa cerita dan narasi yang diangkat sineas nasional memiliki daya tarik universal serta mampu menyentuh penonton dari berbagai latar belakang budaya.
Prestasi ini juga diraih dalam momentum peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Bulgaria. Kehadiran serta apresiasi terhadap karya sineas Indonesia di Sofia dinilai mencerminkan semakin eratnya hubungan bilateral kedua negara, khususnya melalui jalur diplomasi budaya dan interaksi antarmasyarakat.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Sofia berharap capaian tersebut dapat menjadi pendorong bagi promosi budaya Indonesia sekaligus memperkuat posisi industri kreatif nasional di panggung internasional.
Editor: Gokli
