logo batamtoday
Kamis, 11 Juni 2026
PKP BATAM


Jemaah Haji Gelombang Kedua Diminta Batasi Aktivitas dan Tak Paksakan Arbain di Madinah
Kamis, 11-06-2026 | 08:08 WIB | Penulis: Saibansah
 
Kepala Sektor 5 Madinah, Elfi Ryani. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)  

BATAMTODAY.COM, Madinah - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mengimbau jemaah haji Indonesia gelombang kedua yang kini berada di Madinah untuk membatasi aktivitas tambahan dan tidak memaksakan diri menjalankan ibadah arbain, terutama bagi lanjut usia (lansia) dan jemaah dengan risiko kesehatan tinggi.

Kepala Sektor 5 Madinah, Elfi Ryani, mengatakan sebagian besar jemaah gelombang kedua baru menyelesaikan rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Karena itu, kondisi fisik mereka memerlukan waktu untuk pemulihan.

“Jemaah tidak disarankan berlebihan mengikuti city tour maupun aktivitas ibadah tambahan. Khususnya bagi lansia dan jemaah risiko tinggi, mengejar arbain sebaiknya tidak dipaksakan,” ujar Elfi di Hotel Mirage Taiba, Madinah, Selasa (9/6/2026).

Elfi menjelaskan, proses penerimaan jemaah gelombang kedua pada dasarnya sama seperti gelombang pertama. Namun, terdapat perubahan kebijakan dalam penempatan kamar yang dinilai mampu mempercepat pelayanan.

Menurut dia, jika sebelumnya penempatan kamar dilakukan melalui Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), kini kewenangan tersebut diserahkan kepada masing-masing sektor. Dengan sistem baru itu, penempatan kamar dapat diselesaikan sebelum jemaah tiba di hotel dari Terminal Hijrah.

Pengalaman melayani jemaah pada gelombang pertama juga menjadi bekal bagi petugas untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Salah satu langkah yang dipertahankan adalah pemberian identitas pada setiap kamar sehingga memudahkan proses penempatan jemaah setibanya di hotel.

Terkait kegiatan city tour yang banyak diminati jemaah, Elfi menegaskan setiap aktivitas di luar hotel harus mendapat izin dari sektor. Petugas akan melakukan pemeriksaan terhadap daftar peserta untuk memastikan kondisi kesehatan mereka memungkinkan mengikuti kegiatan tersebut.

“Petugas perlu memastikan siapa saja yang ikut, termasuk apakah ada lansia atau jemaah risiko tinggi. Jika kondisi kesehatannya tidak memungkinkan, kami akan menyarankan mereka tetap berada di hotel,” katanya.

Selain membatasi aktivitas, jemaah juga diminta mewaspadai cuaca panas di Madinah yang dapat memicu dehidrasi. Elfi mengingatkan agar jemaah tetap mencukupi kebutuhan cairan tubuh meskipun tidak merasa haus.

Ia juga menyarankan jemaah mengonsumsi vitamin yang telah diberikan tim kesehatan serta membawa perlengkapan pelindung seperti payung, topi, dan semprotan wajah saat beraktivitas di luar ruangan.

Di sisi lain, Elfi mengingatkan pentingnya disiplin menggunakan masker menyusul adanya laporan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di kalangan jemaah. Penggunaan masker, termasuk di dalam kamar hotel bagi jemaah yang mengalami gejala batuk, dinilai penting untuk mencegah penularan penyakit.

Imbauan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan penyelenggaraan haji yang ramah lansia, ramah perempuan, dan ramah disabilitas. Dengan menjaga kesehatan serta mematuhi arahan petugas, jemaah diharapkan dapat menjalani masa pemulihan di Madinah dengan aman sebelum kembali ke Tanah Air.

Editor: Dardani

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit