BATAMTODAY.COM, Batam - Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi untuk produk Pertamax di wilayah Free Trade Zone (FTZ) Batam. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak mentah dunia dan kondisi harga pasar keekonomian.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan penyesuaian harga BBM non-subsidi dilakukan sesuai regulasi yang berlaku guna menjaga keberlanjutan pasokan energi dan distribusi BBM berkualitas kepada masyarakat.
Menurutnya, harga BBM subsidi tidak mengalami perubahan dan tetap mengikuti ketetapan pemerintah. "Penyesuaian harga BBM non-subsidi dilakukan sesuai mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia dan harga pasar keekonomian. Sementara itu, harga BBM subsidi yaitu Pertalite dan Biosolar tetap sesuai ketetapan pemerintah. Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memastikan pasokan dan distribusi seluruh produk BBM di wilayah FTZ Batam tetap aman dan berjalan normal," ujar Fahrougi, Rabu (10/6/2026).
Pertamina juga memastikan ketersediaan pasokan BBM di Batam tetap aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maupun mendukung aktivitas perekonomian daerah. Penguatan pasokan dilakukan melalui penerimaan produk secara rutin di wilayah tersebut.
Fahrougi menegaskan seluruh produk BBM masih tersedia di jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina. Masyarakat juga dapat memperoleh informasi terbaru terkait harga BBM melalui kanal resmi Pertamina maupun aplikasi MyPertamina.
"Kami memastikan pasokan seluruh produk BBM tetap aman serta tersedia di jaringan SPBU Pertamina. Masyarakat dapat memperoleh informasi harga BBM terbaru melalui kanal resmi Pertamina maupun aplikasi MyPertamina," katanya.
Pertalite dan Biosolar Tetap
Dalam menjalankan penugasan distribusi BBM bersubsidi, Pertamina Patra Niaga tetap menyalurkan Pertalite dengan harga Rp10.000 per liter dan Biosolar sebesar Rp6.800 per liter sesuai ketentuan pemerintah.
Sementara itu, penyesuaian harga hanya berlaku pada produk Pertamax di wilayah FTZ Batam. Per 10 Juni 2026, harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp 11.750 per liter menjadi Rp 15.500 per liter.
Adapun harga produk BBM non-subsidi lainnya tidak mengalami perubahan, yakni Pertamax Turbo (RON 98) tetap Rp 19.700 per liter, Dexlite (CN 51) tetap Rp 21.850 per liter, dan Pertamina Dex (CN 53) tetap Rp 23.550 per liter.
Berikut daftar harga BBM di wilayah FTZ Batam per 10 Juni 2026:
- Pertamax (RON 92): Rp 15.500 per liter (naik dari Rp 11.750 per liter)
- Pertamax Turbo (RON 98): Rp 19.700 per liter
- Dexlite (CN 51): Rp 21.850 per liter
- Pertamina Dex (CN 53): Rp 23.550 per liter
- Pertalite: Rp 10.000 per liter
- Biosolar: Rp 6.800 per liter
Pertamina mengimbau masyarakat untuk memantau perkembangan harga BBM melalui kanal informasi resmi perusahaan maupun aplikasi MyPertamina guna mendapatkan informasi yang akurat dan terkini.
Editor: Gokli
