BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia dan Singapura kembali memperkuat kemitraan ekonomi strategis melalui pelaksanaan The 16th Ministerial Meeting of Six Economic Working Groups Indonesia-Singapore (MM 6WG) yang digelar di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Pertemuan tingkat menteri tersebut dipimpin bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku co-chair dari Indonesia dan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Gan Kim Yong sebagai co-chair dari Pemerintah Singapura.
Forum MM 6WG merupakan tindak lanjut dari The 13th Senior Official Meeting of The Six Economic Working Group (SOM 6WG) yang berlangsung pada 21 Mei 2026. Pertemuan ini bertujuan memperkuat kerja sama ekonomi bilateral melalui enam kelompok kerja, yakni Batam-Bintan-Karimun (BBK) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), investasi, transportasi, pariwisata, ketenagakerjaan, serta agribisnis.
Airlangga menegaskan bahwa Singapura merupakan mitra strategis Indonesia yang memiliki hubungan erat tidak hanya di sektor perdagangan dan investasi, tetapi juga dalam pengembangan industri, transisi energi hijau, hingga agriteknologi.
Dalam sektor BBK, nilai investasi Singapura tercatat meningkat dari USD 4,61 miliar pada 2024 menjadi USD 5,71 miliar pada 2025. Pemerintah juga telah memperluas kawasan Batam Free Trade Zone dari delapan menjadi 22 pulau. Sementara itu, Nongsa Digital Park terus berkembang sebagai pusat ekonomi digital regional dengan beroperasinya sejumlah pusat data baru.
Selain itu, proyek pembangunan konektivitas kabel bawah laut antara Indonesia dan Singapura ditargetkan rampung pada akhir 2026 guna memperkuat infrastruktur digital kedua negara.
Di bidang investasi, Kendal Industrial Park telah mencapai kapasitas penuh dan kini memasuki tahap pengembangan lanjutan. Kerja sama energi hijau juga semakin konkret melalui pengembangan salah satu proyek pembangkit listrik tenaga surya terbesar di Indonesia yang berlokasi di Sulawesi Tengah.
Pada sektor pengembangan sumber daya manusia, kedua negara memperkuat kolaborasi melalui program Tech dan Youth Mobility Programme. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan konektivitas talenta digital sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia dan Singapura.
Kerja sama transportasi turut menunjukkan perkembangan positif. Saat ini konektivitas udara Indonesia-Singapura telah mencakup 17 rute penerbangan dengan hadirnya layanan baru maskapai Scoot ke Belitung dan Pontianak. Kedua negara juga tengah menjajaki kerja sama yang lebih erat antara Garuda Indonesia dan Singapore Airlines dalam kerangka Air Service Agreement bilateral.
Sementara itu, sektor agribisnis akan diperkuat melalui implementasi Work Plan 2026-2030. Sebagai bagian dari pengembangan generasi muda di bidang pertanian, sebanyak 13 petani muda Indonesia dijadwalkan mengikuti pelatihan pertanian di Singapura pada Juni 2026.
Di bidang pariwisata, mobilitas masyarakat kedua negara terus meningkat. Sepanjang 2025, sebanyak 2,44 juta warga Indonesia berkunjung ke Singapura, sedangkan 1,5 juta wisatawan Singapura melakukan perjalanan ke Indonesia. Kedua negara juga mendorong pengembangan wisata kapal pesiar, program destination twinning di kawasan Labuan Bajo, serta kolaborasi industri MICE yang dipimpin sektor swasta.
Menanggapi capaian enam kelompok kerja tersebut, Airlangga menilai MM 6WG telah menjadi forum utama dalam mendorong peningkatan perdagangan dan investasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara.
"Indonesia dan Singapura merupakan mitra strategis dengan hubungan ekonomi yang saling menguntungkan. Kekuatan ekonomi kedua negara saling melengkapi dan menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan kemitraan di tengah tantangan global yang semakin kompleks," ujar Airlangga.
Senada dengan itu, Gan Kim Yong menegaskan komitmen Singapura untuk terus memperkuat kerja sama ekonomi dengan Indonesia di berbagai sektor prioritas. "Saya senang melihat kerja sama ekonomi bilateral Indonesia dan Singapura semakin kuat dan berkembang ke arah yang positif," kata Gan.
Secara statistik, Singapura masih menjadi mitra dagang terbesar ketiga Indonesia pada 2025 dengan total nilai perdagangan mencapai USD 32,8 miliar atau tumbuh 3,9 persen dalam lima tahun terakhir.
Di sektor investasi, Singapura tetap menempati posisi investor asing terbesar di Indonesia dengan realisasi investasi mencapai USD 17,4 miliar sepanjang 2025. Dalam kurun lima tahun terakhir, total investasi Singapura di Indonesia tercatat mencapai USD 75,5 miliar dan berkontribusi terhadap penciptaan lebih dari 820.000 lapangan kerja.
Pada akhir pertemuan, kedua menteri menandatangani Joint Report to Leaders on the Six Bilateral Economic Working Groups yang akan menjadi laporan resmi capaian kerja sama ekonomi menjelang pelaksanaan Leaders’ Retreat Indonesia-Singapura 2026.
Kedua pihak juga menyaksikan penandatanganan Terms of Reference for the Study on Batam, Bintan and Karimun's Tech Sector sebagai bagian dari penguatan sektor teknologi di kawasan BBK dan kawasan ekonomi khusus.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Singapura menyampaikan keyakinannya terhadap fundamental ekonomi Indonesia serta mengapresiasi berbagai kebijakan pemerintah dalam memperkuat kepentingan nasional, termasuk penerapan kebijakan ekspor satu pintu.
Kedua negara juga sepakat memperkuat kolaborasi dalam pengembangan rantai pasok industri dan ekonomi digital di tengah meningkatnya tantangan geopolitik global. Kerja sama tersebut akan difokuskan pada pengembangan kawasan BBK, perluasan kawasan industri strategis, serta penguatan sinergi Singapura-Johor-Riau sebagai pusat data regional yang dinilai berpotensi menjadi motor pertumbuhan ekonomi masa depan.
Editor: Gokli
