BATAMTODAY.COM, Batam - Kepala Kejaksaan Negeri Batam I Wayan Wiradarma mengingatkan bahwa bidang intelijen tidak boleh sekadar menjadi pengumpul informasi. Di tengah dinamika Batam sebagai kawasan perbatasan dengan arus investasi, perdagangan, dan mobilitas manusia yang tinggi, intelijen dituntut menjadi "mata dan telinga" institusi yang mampu membaca potensi persoalan hukum sejak dini.
Pesan itu disampaikan Wayan saat melantik dan mengambil sumpah sejumlah pejabat struktural di lingkungan Kejaksaan Negeri Batam di Aula Sasana R. Soeprapto, Senin (8/6/2026).
Rotasi jabatan kali ini menandai bergantinya tongkat estafet di bidang Intelijen. Gustian Juanda Putra resmi dilantik sebagai Kepala Seksi Intelijen menggantikan Priandi Firdaus yang mendapat promosi jabatan sebagai Kepala Seksi Penyidikan pada Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau.
Dalam sambutannya, Wayan menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar penghargaan, melainkan amanah yang harus dibuktikan melalui kerja nyata, integritas, dan profesionalisme.
"Prestasi, integritas, loyalitas, dan profesionalisme harus berjalan beriringan," kata Wayan.
Ia mengawali sambutannya dengan menyampaikan apresiasi kepada para pejabat lama dan seluruh pegawai Kejari Batam yang selama ini dinilai telah memberikan kontribusi besar bagi institusi. Berbagai capaian yang diraih, menurut dia, merupakan hasil kerja kolektif seluruh bidang, bukan kerja individu semata.
"Prestasi yang diraih selama ini bukan hasil kerja satu orang, melainkan buah dari kerja kolektif seluruh bidang," ujarnya.
Wayan secara khusus menyoroti kinerja bidang Intelijen yang selama ini dinilai berperan penting dalam mendukung berbagai program dan capaian Kejari Batam. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidak akan semakin ringan.
Menurut dia, intelijen harus mampu bergerak lebih cepat dibanding perkembangan persoalan yang muncul di lapangan. Fungsi intelijen tidak berhenti pada pengumpulan data dan informasi, tetapi juga melakukan pemetaan risiko, membaca dinamika sosial maupun hukum, serta menyajikan laporan yang cepat, akurat, dan dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan.
"Intelijen harus kreatif, inovatif, dan responsif terhadap setiap perkembangan yang terjadi," ujarnya.
Penekanan tersebut dinilai relevan mengingat Batam merupakan salah satu daerah strategis nasional yang memiliki kompleksitas persoalan hukum cukup tinggi. Posisi geografis sebagai wilayah perbatasan menjadikan Batam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari investasi, lalu lintas barang dan orang, hingga potensi tindak pidana lintas negara.
Selain menyoroti fungsi intelijen, Wayan juga memberi perhatian khusus pada persoalan disiplin pegawai. Menurut dia, kedisiplinan merupakan fondasi utama dalam membangun organisasi yang kuat dan berprestasi.
"Tidak boleh ada toleransi terhadap pelanggaran disiplin. Kinerja yang baik selalu diawali dari kedisiplinan," katanya.
Ia meminta seluruh jajaran mempertahankan budaya kerja yang selama ini telah mengantarkan Kejari Batam meraih berbagai prestasi. Capaian tersebut, kata dia, tidak boleh membuat institusi berpuas diri, melainkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan penegakan hukum.
Di akhir sambutannya, Wayan mengingatkan seluruh pegawai agar senantiasa menjaga marwah institusi, nama baik keluarga, serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.
"Batam memiliki tantangan yang terus berkembang. Karena itu kita harus bekerja dengan ikhlas, menjaga integritas, dan memberikan yang terbaik bagi institusi maupun masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, dalam sambutan perpisahannya, Priandi Firdaus menyampaikan rasa terima kasih kepada Kepala Kejaksaan Negeri Batam beserta seluruh jajaran yang selama ini telah memberikan dukungan dan kerja sama selama dirinya menjabat sebagai Kepala Seksi Intelijen.
Ia bersama istri juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan, baik dalam perkataan maupun perbuatan selama menjalankan tugas di Batam.
Priandi berharap Kejari Batam terus berkembang dan mampu mempertahankan berbagai prestasi yang telah diraih. Meski berpindah tugas, ia menegaskan bahwa perpindahan tersebut bukanlah akhir dari hubungan yang telah terjalin, melainkan kesempatan untuk memperluas silaturahmi dan jejaring profesional.
"Ini bukan perpisahan, tetapi langkah untuk memperluas hubungan dan silaturahmi," kata Priandi.
Mengakhiri sambutannya, mantan Kasi Intel Kejari Batam itu memohon doa dan dukungan dari seluruh jajaran Kejari Batam agar dirinya dapat menjalankan amanah baru di Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau dengan baik.
Editor: Yudha
