BATAMTODAY.COM, Bintan - Operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Yayasan Mutiara Lentera Bangsa (MLB) di Pasar Baru, Kelurahan Tanjunguban Selatan, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan, terpaksa dihentikan sementara akibat belum cairnya anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG Yayasan Mutiara Lentera Bangsa, Riska Triafani, membenarkan penghentian sementara operasional dapur MBG tersebut. Menurutnya, kegiatan distribusi makanan bergizi kepada penerima manfaat tidak dapat dilanjutkan hingga pendanaan kembali tersedia.
"Operasional terpaksa dihentikan sementara karena anggaran dari BGN belum turun. Saat ini kami masih menunggu kepastian pencairan dana," ujar Riska, Senin (8/6/2026).
Ia menjelaskan, dapur MBG tersebut melayani sekitar 2.400 penerima manfaat yang tersebar di wilayah Kecamatan Bintan Utara. Penerima manfaat terdiri atas siswa dari 11 sekolah serta peserta di sembilan posyandu.
Riska memastikan pelayanan akan kembali berjalan setelah anggaran diterima dan operasional dapur dapat diaktifkan kembali. "Jika anggaran sudah turun, dapur MBG akan kembali beroperasi dan mendistribusikan makanan bergizi kepada seluruh penerima manfaat," katanya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah Kabupaten Bintan, Pina Deli Syahputri, mengatakan penghentian operasional dapur MBG di Tanjunguban Selatan mulai berlaku sejak Senin (8/6/2026).
Menurutnya, pihak terkait saat ini masih melakukan koordinasi dan tindak lanjut dengan Badan Gizi Nasional untuk memperoleh kejelasan terkait terhentinya aliran anggaran bagi SPPG Tanjunguban Selatan. "Hingga saat ini kami masih berkoordinasi dan melakukan tindak lanjut ke BGN terkait belum cairnya anggaran untuk operasional dapur MBG," ujarnya.
Dapur MBG Pasar Baru Tanjunguban Selatan diketahui telah beroperasi selama sekitar tiga bulan terakhir. Selama periode tersebut, program MBG secara rutin menyalurkan makanan bergizi kepada ribuan penerima manfaat di wilayah Kecamatan Bintan Utara.
Penghentian sementara operasional dapur MBG ini membuat distribusi makanan bergizi kepada ribuan penerima manfaat terpaksa tertunda hingga adanya kepastian pencairan anggaran dari pemerintah pusat.
Editor: Gokli
