logo batamtoday
Selasa, 02 Juni 2026
PKP BATAM


Penanganan IGD RSJKO EHD Tanjunguban Disorot, Pasien Pulang dalam Kondisi Lemah Setelah Menunggu Berjam-jam
Senin, 01-06-2026 | 12:48 WIB | Penulis: Harjo
 
Seorang pasien berinisial ER (22) saat menunggu pelayanan di IGD RSJKO EHD Tanjunguban dalam kondisi masih lemah pada Minggu (31/5/2026). (Istimewa)  

BATAMTODAY.COM, Bintan - Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO) Engku Haji Daud (EHD) Tanjunguban kembali menjadi sorotan. Seorang pasien berinisial ER (22) dilaporkan memilih meninggalkan rumah sakit dan pulang ke rumah dalam kondisi masih lemah setelah keluarga mengaku menunggu penanganan lanjutan selama beberapa jam tanpa kepastian.

Peristiwa yang terjadi pada Minggu (31/5/2026) itu menambah daftar keluhan masyarakat terhadap kualitas pelayanan di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau tersebut. Sebelumnya, sejumlah keluarga pasien juga pernah menyampaikan kritik terkait pelayanan dan respons tenaga medis.

Ayah pasien, Panyodi, menuturkan anaknya dilarikan ke RSJKO EHD setelah tiba-tiba tumbang di rumah. Meski masih sadar, kondisi fisik ER saat itu sangat lemah sehingga keluarga memutuskan membawanya ke IGD untuk mendapatkan pertolongan medis.

"Anak saya tiba-tiba jatuh dan tidak berdaya di rumah. Kami langsung membawanya ke rumah sakit karena berharap segera mendapatkan penanganan medis," kata Panyodi.

Menurut dia, setibanya di IGD, pasien hanya mendapatkan tindakan awal berupa pemasangan infus. Namun setelah satu botol infus habis, keluarga mengaku tidak memperoleh penjelasan mengenai diagnosis maupun tindakan medis lanjutan yang akan dilakukan.

Panyodi menyebut keluarga menunggu selama sekitar empat jam. Selama rentang waktu tersebut, mereka mengaku tidak mendapatkan informasi yang memadai terkait kondisi pasien maupun langkah penanganan berikutnya.

"Kami datang untuk mencari pertolongan. Namun setelah menunggu berjam-jam, tidak ada penjelasan yang jelas mengenai penyakit yang diderita maupun tindakan medis lanjutan. Karena merasa tidak ada kepastian, anak saya akhirnya memilih pulang meski kondisinya masih lemah," ujarnya.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai standar pelayanan dan kecepatan respons di ruang gawat darurat. Sebab, IGD merupakan unit pelayanan yang seharusnya memberikan penanganan cepat terhadap pasien yang membutuhkan tindakan medis segera.

Panyodi meminta pemerintah daerah dan instansi terkait turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan RSJKO EHD. Menurutnya, keluhan mengenai pelayanan rumah sakit tersebut bukan lagi persoalan baru yang hanya dialami satu atau dua pasien.

"Rumah sakit ini hadir untuk melayani masyarakat, khususnya warga Bintan Utara dan Seri Kuala Lobam. Karena itu pelayanan harus menjadi prioritas. Jangan sampai masyarakat yang datang mencari pertolongan justru pulang dengan rasa kecewa," katanya.

Hingga berita ini diterbitkan, manajemen RSJKO EHD belum memberikan penjelasan rinci terkait kronologi penanganan pasien ER maupun alasan yang menyebabkan keluarga mengaku menunggu berjam-jam di IGD.

Direktur RSJKO EHD, dr Asep Guntur Sapari, saat dikonfirmasi hanya menyampaikan bahwa pihaknya sedang melakukan penelusuran internal terhadap laporan tersebut. "Sedang ditelusuri oleh Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSJKO EHD," ujar Asep melalui pesan singkat.

Pernyataan singkat tersebut belum menjawab sejumlah pertanyaan terkait prosedur pelayanan yang diberikan kepada pasien maupun hasil evaluasi awal atas keluhan yang disampaikan keluarga.

Publik kini menunggu hasil penelusuran internal serta langkah konkret yang akan diambil manajemen rumah sakit. Evaluasi menyeluruh dinilai penting agar keluhan serupa tidak terus berulang dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan dapat kembali terjaga.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit