BATAMTODAY.COM, Batam - PT PLN Batam resmi menjalin kerja sama penyediaan tenaga listrik dengan PT Equator Gate System (EGS) Batam untuk mendukung pembangunan pusat data berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di kawasan Nongsa, Kota Batam.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) yang digelar di Aula Tanjung Kasam, Lantai 5 Kantor Korporat PLN Batam, Senin (25/5/2026).
Melalui perjanjian ini, PLN Batam akan memasok kebutuhan listrik secara bertahap guna menunjang operasional EGS AI Data Center yang digadang-gadang menjadi salah satu pusat infrastruktur digital terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Badan Pengusahaan Batam, Li Claudia Chandra, menilai kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi Batam sebagai pusat ekonomi digital yang terhubung dengan Singapura dan Johor.
"BP Batam menyambut baik komitmen investasi mega proyek EGS AI Data Center di Nongsa. Ini bukan hanya tentang pembangunan data center, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun ekosistem digital yang kuat dan berdaya saing," ujar Li Claudia Chandra.
Menurutnya, kesiapan pasokan energi menjadi faktor utama dalam menarik investasi sektor teknologi dan industri digital ke Batam. Karena itu, BP Batam meminta PLN Batam memastikan suplai listrik tetap stabil dan berkelanjutan untuk menopang industri strategis tersebut.
"Kesiapan energi merupakan salah satu kunci utama dalam meningkatkan daya tarik investasi di Batam, khususnya untuk sektor berbasis teknologi dan digital. Kami ingin menunjukkan bahwa Batam siap menjadi pusat pengembangan data center dan ekonomi digital di kawasan," katanya.
Li Claudia menambahkan, investasi berskala besar tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat posisi Batam sebagai hub digital regional, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang teknologi tinggi.
Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, menyebut kerja sama dengan PT Equator Gate System Batam menjadi momentum penting dalam mendukung transformasi Batam sebagai kawasan investasi digital nasional. "Kerja sama ini bukan sekadar penyediaan tenaga listrik, tetapi merupakan bentuk kepercayaan sekaligus komitmen bersama dalam membangun ekosistem digital yang kuat di Batam. PLN Batam hadir untuk memastikan bahwa kebutuhan energi bagi pengembangan data center dapat dipenuhi secara andal, terukur, dan berkelanjutan," ujar Kwin Fo.
Ia menegaskan, pengembangan data center membutuhkan dukungan infrastruktur energi yang kuat karena sektor tersebut memiliki konsumsi listrik tinggi dan menuntut keandalan tanpa gangguan. "Melalui kolaborasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa Batam sangat siap menjadi pusat pengembangan data center dan ekonomi digital yang didukung oleh infrastruktur energi yang andal dan berkelanjutan," katanya.
Kwin Fo juga mengapresiasi dukungan BP Batam dalam menciptakan iklim investasi yang dinilai kondusif bagi industri berbasis teknologi. "Atas nama PT PLN Batam, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Equator Gate System Batam atas kepercayaan yang diberikan. Kami juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada BP Batam atas dukungan dan sinergi yang selama ini terus terjalin dengan baik," pungkasnya.
Sementara itu, Direktur PT Equator Gate System Batam, Efendi, mengungkapkan bahwa pihaknya akan membangun EGS AI Data Center dengan nilai investasi mencapai USD 5 miliar atau sekitar Rp 88 triliun.
Proyek tersebut akan berdiri di atas lahan seluas 30 hektare di kawasan Nongsa dan dirancang sebagai pusat pemrosesan AI, machine learning, serta cloud computing modern untuk pasar Asia Tenggara.
Efendi menegaskan, keandalan energi menjadi faktor vital dalam operasional pusat data berskala besar sehingga kolaborasi dengan PLN Batam menjadi bagian penting dalam memastikan keberlangsungan proyek. "Penandatanganan PJBTL ini merupakan komitmen bersama untuk menghadirkan infrastruktur data center yang andal, efisien, dan berkelanjutan di Indonesia," ujar Efendi.
Ia berharap investasi jumbo tersebut mampu memperkuat posisi Batam sebagai pusat infrastruktur digital regional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi tinggi di Indonesia.
Editor: Gokli
