logo batamtoday
Kamis, 21 Mei 2026
PKP BATAM


Prabowo Sampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan PPKF RAPBN 2027 di DPR, Singgung Capaian Ekonomi Nasional pada 2026
Kamis, 21-05-2026 | 08:28 WIB | Penulis: Irawan
 
Presiden Prabowo Subiantio menyampaikan pidato dalam rangka Penyampaian KEM dan PPKF RABPN 2027 pada Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 pada Rapat Paripurna di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu (20/05/2026)  

BATAMTODAY.COM, Jakarta-Untuk pertama kalinya Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam rangka Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027.

Hal Ini belum pernah terjadi sebelumnya, yang dilakukan oleh para Presiden pendahulunya. Selama Presiden RI, termasuk Prabowo menyampaikan pidato ekonomi, keuangan dan RAPBN mendatang pada setiap bulan Agustus.

Tepatnya, setiap tanggal 15 Agustus usai Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD RI. Usai sidang tersebut, Presiden akan menyampaikan Keterangan Pemerintah mengenai Nota Keungan beserta RAPBN tahun mendatang, seperti yang dilakukan Prabowo pada Agusttus 2025 lalu.

Pidato Prabowo dalam rangka Penyampaian KEM dan PPKF RAPBN Tahun 2027 selama 45 menit itu disampaikan Prabowo pada Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 pada Rapat Paripurna yang dipimpin Ketua DPR Puan Maharani di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu  (20/05/2026).

Sebelum menyampaikan pidato, saat tiba di lokasi acara, Prabowo disambut oleh Ketua DPR RI Puan Maharani, selanjutnya disambut oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming dan para Wakil Ketua DPR RI.

Setelahnya, Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming beserta Ketua DPR RI dan para Wakil Ketua DPR RI berfoto bersama sebelum menuju ruang sidang.

Acara diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Selanjutnya, Ketua DPR RI membuka rapat paripurna sebelum Presiden Prabowo menyampaikan pidato kenegaraan di hadapan para anggota dewan dan tamu undangan yang hadir.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan langsung arah kebijakan ekonomi dan fiskal negara sebagai bahan pembicaraan pendahuluan dalam penyusunan RAPBN Tahun 2027 dalam momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional.

Kepala Negara menyampaikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bukan sekadar dokumen keuangan negara, namun sebagai alat perjuangan membangun bangsa.

"APBN adalah wujud dari alat perjuangan kita sebagai bangsa. APBN adalah alat untuk melindungi rakyat. Alat untuk memperkokoh dasar-dasar dan sendi-sendi ekonomi bangsa. Alat untuk memastikan setiap warga negara dapat hidup lebih sejahtera, dan sebagai alat untuk menjadi pedoman perjalanan kita ke depan. Dengan kesadaran itu, APBN kita susun sebagai bentuk komitmen bersama untuk mewujudkan cita-cita mulia yang telah diamanatkan dalam Undang Undang Dasar kita, Undang Undang Dasar Tahun 1945," ujar Kepala Negara.

Selain itu, Presiden Prabowo menjelaskan bahwa pemerintah terus menjaga optimisme ekonomi nasional di tengah tantangan geopolitik dan geoekonomi dunia yang penuh ketegangan dan ketidakpastian. Kepala Negara menegaskan dinamika global yang terjadi berpengaruh terhadap kondisi dalam negeri.

"Oleh karena itu, karena kondisi yang kita hadapi seperti ini, saya berpendapat bahwa Presiden Republik Indonesia harus hadir langsung menyampaikan pokok-pokok pikiran perekonomian dan pengelolaan negara," imbuh Presiden Prabowo.

Kepala Negara juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga kesinambungan pembangunan nasional melalui pengelolaan fiskal yang sehat, tepat sasaran, dan mendukung agenda prioritas nasional, termasuk ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, serta penguatan ekonomi rakyat.

Capaian Ekonomi Nasional

Dalam kesempatan ini, Presiden Prabowo Subianto juga  sejumlah capaian ekonomi nasional dalam pidatonya pada Rapat Paripurna DPR RI.

Prabowo menyoroti keberhasilan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan, memperluas program sosial, hingga mempercepat industrialisasi nasional.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah menjadikan swasembada pangan sebagai prioritas utama nasional guna menjaga stabilitas dan ketersediaan pangan dalam negeri.

Pemerintah pun mencatat capaian signifikan dalam peningkatan produksi pangan dan cadangan beras nasional sepanjang tahun 2026.

“Produksi kita tertinggi selama sejarah Republik Indonesia. Cadangan yang ada di gudang-gudang kita, di gudang pemerintah, [gudang] cadangannya tidak cukup. Kita harus sewa gudang-gudang lain. Kita sekarang punya cadangan sudah lebih dari 5,3 juta ton beras cadangan. Cadangan beras Desember 2025, 3,25 [juta ton]. Sekarang 10 Mei, cadangan beras yang kita kuasai 5,3 juta ton,” ucap Presiden.

Kepala Negara juga menyampaikan bahwa pemerintah berhasil memperkuat produksi pupuk nasional sekaligus menurunkan harga pupuk bagi petani.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di berbagai daerah.

"Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, harga pupuk kita turunkan 20 persen. Petani-petani kita sekarang bisa menikmati pupuk dengan jumlah yang cukup. Yang sekarang kita harus jaga adalah jangan sampai pupuk subsidi diselewengkan atau diselundupkan ke tempat lain. Ini harus kita jaga bersama," tutur Presiden.

Selanjutnya, Presiden menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau puluhan juta penerima di seluruh Indonesia.

Pemerintah juga terus melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan program tersebut di lapangan.

"Makan bergizi gratis sekarang sudah dinikmati oleh 62,4 juta penerima setiap hari. Angka ini termasuk 6,3 juta balita, 2 juta ibu menyusui, dan 868 ribu ibu hamil menerima MBG setiap hari," ujar Presiden.

Dalam bidang investasi dan pengelolaan aset negara, Presiden turut menyoroti pembentukan dana kedaulatan nasional Danantara yang dibentuk pada tahun 2025.

Kehadiran Danantara disebut menjadi instrumen penting dalam mendukung pembiayaan pembangunan dan percepatan industrialisasi nasional.

"Kita terus menemukan tanah milik negara, aset milik negara, gedung milik negara, yang nilainya tidak sedikit. Danantara ternyata sudah dirasakan keampuhannya, Danantara akan mempercepat pembiayaan pembangunan, khususnya investasi dan modal kerja untuk percepatan industrialisasi," ungkap Presiden.

Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya industrialisasi dan hilirisasi sumber daya alam untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional.

Pemerintah berkomitmen mendorong pengolahan sumber daya alam di dalam negeri agar memberikan nilai tambah dan membuka lapangan kerja baru.

"Kita harus bikin mobil kita sendiri. Kita harus bikin motor kita sendiri. Kita harus bikin televisi, komputer, handphone kita sendiri. Kita tidak boleh hanya jadi pasar untuk bangsa lain," kata Presiden.

Selain itu, Presiden menyampaikan bahwa berbagai program pemerintah telah membuka jutaan lapangan kerja baru di berbagai sektor.

Realisasi investasi serta program ekonomi berbasis desa dinilai memberikan dampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja nasional.

"Dari Menteri Investasi saya mendapat laporan telah tercipta 2,7 juta lapangan kerja baru. Hasil realisasi investasi dari dalam dan luar negeri di tahun 2025. Setiap Koperasi Desa dan Koperasi Kelurahan Merah Putih akan membuka lapangan kerja formal baru di desa-desa," ujar Presiden.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk percaya pada kekuatan nasional dan menjaga semangat gotong royong dalam pembangunan ekonomi Indonesia.

Presiden menegaskan bahwa Indonesia harus berdiri di atas kemampuan dan karakter bangsa sendiri.

"Kita harus percaya diri, kita harus percaya kepada kekuatan kita sendiri, kita harus percaya kepada kepribadian kita sendiri, kepada budaya kita sendiri, kepada falsafah nenek moyang kita. Kita percaya kepada gotong royong, kita percaya kepada saling mendukung dan saling membantu. Itu naluri kita, itu budaya kita," tutur Presiden.

Acara pidato Presiden RI pada Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 tersebut turut dihadiri oleh para pimpinan lembaga negara, para menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, dan para ketua umum partai politik, serta para kelompok organisasi kemasyarakatan

Editor: Surya

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit