logo batamtoday
Jum'at, 15 Mei 2026
PKP BATAM


Nasib Mujur Pencari Gonggong di Tanjungpinang, Selamat dari Maut Usai Dua Kali Diterkam Buaya
Jum\'at, 15-05-2026 | 11:48 WIB | Penulis: Devi Handiani
 
Asropin (33) menjalani perawatan intensif di RSUP Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang, dengan kondisi luka serius di beberapa bagian tubuh. (Foto: Devi Handiani)  

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Senja mulai turun di perairan Tanjung Sebauk, Kelurahan Senggarang, Tanjungpinang, Kamis (14/5/2026). Langit berwarna jingga mengiringi langkah Asropin (33) dan rekannya, Masturi, yang masih menyusuri laut dangkal untuk mencari gonggong, hasil laut khas Kepulauan Riau yang menjadi sumber nafkah warga pesisir.

Di tengah aktivitas rutin itu, maut tiba-tiba datang dari balik permukaan air. Sekitar pukul 17.30 WIB, seekor buaya mendadak muncul dan langsung menerkam Asropin. Serangan berlangsung cepat dan membuat suasana tenang di pesisir berubah mencekam.

Masturi yang berada tidak jauh dari korban hanya bisa menyaksikan detik-detik mengerikan tersebut. Hingga kini, bayangan serangan itu masih membekas di ingatannya. "Saya lihat korban diterkam dua kali, lalu buaya berputar di air sambil menggigit korban," ujar Masturi dengan suara bergetar.

Dalam kondisi panik, Masturi nekat berenang mendekati korban. Tanpa memikirkan keselamatannya sendiri, ia berusaha menarik tubuh Asropin yang masih berada dalam gigitan buaya.

Pertarungan hidup dan mati itu berlangsung di tengah air laut yang mulai pasang. Dengan tenaga seadanya, Masturi akhirnya berhasil menyeret korban ke pinggir pantai.

Teriakan meminta pertolongan langsung memecah suasana kampung pesisir. Warga yang mendengar kabar tersebut segera berdatangan membantu proses evakuasi.

Ketua RT02/RW06 Tanjung Sebauk, Erni, mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan aparat setempat setelah menerima laporan kejadian. "Kami langsung berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan pihak kelurahan untuk membantu proses evakuasi korban," kata Erni.

Korban kemudian dibawa menggunakan ambulans Puskesmas Kampung Bugis menuju RSUP Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang. Asropin tiba di instalasi gawat darurat sekitar pukul 18.30 WIB dengan kondisi luka serius di beberapa bagian tubuh.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Senggarang, Aiptu Agus Syasmita, menjelaskan pihaknya menerima laporan melalui pesan WhatsApp dari Ketua RT setempat. "Menurut dokter jaga, korban mengalami luka di bagian kepala, dada, serta patah tulang tangan kanan. Saat ini korban dalam kondisi sadar dan akan menjalani operasi," ujar Agus.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan Asropin mengalami patah tulang hasta di tangan kanan akibat gigitan buaya. Meski mengalami luka parah, korban beruntung masih dapat diselamatkan dan kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Bagi warga Tanjung Sebauk, kemunculan buaya di perairan Senggarang sebenarnya bukan hal baru. Kawasan tersebut dikenal sebagai habitat reptil predator itu. Namun, kebutuhan ekonomi membuat warga tetap turun ke laut demi mencari gonggong dan hasil tangkapan lainnya.

Peristiwa yang dialami Asropin menjadi pengingat bagi masyarakat pesisir agar lebih waspada saat beraktivitas di laut, terutama menjelang sore hingga malam hari ketika buaya mulai aktif muncul ke permukaan.

Di balik luka serius yang kini dideritanya, Asropin masih tergolong bernasib mujur. Setelah dua kali diterkam dan diputar dalam gigitan buaya, nyawanya masih berhasil terselamatkan dari maut di perairan Tanjung Sebauk.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit