logo batamtoday
Kamis, 07 Mei 2026
PKP BATAM


Inilah Pasukan Kursi Roda Ramah Lansia dari Yogyakarta
Kamis, 07-05-2026 | 09:08 WIB | Penulis: Saibansah
 
Jemaah yang menjadi relawan Paskuda (Pasukan Kursi Roda) sedang mendorong jemaah lain menuju Masjid Nabawi. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)  

BATAMTODAY.COM, Madinah - Upaya menghadirkan layanan ibadah yang ramah bagi jemaah lanjut usia terus dilakukan berbagai pihak. Salah satunya melalui program Paskuda (Pasukan Kursi Roda) yang dijalankan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Aisyiyah bagi jemaah asal Gunungkidul Yogyakarta dalam Kloter YIA 10.

Program ini menjadi solusi atas meningkatnya jumlah jemaah lansia dan berisiko tinggi (risti) dalam penyelenggaraan haji. Pembimbing KBIHU Aisyiyah, Faizu Sabani, mengatakan inisiatif tersebut telah berjalan selama beberapa tahun dan semakin diperkuat sejak digaungkannya program haji ramah lansia pada 2023.

"Jumlah jemaah lansia terus meningkat, sementara fasilitas pendukung di lapangan saat itu masih terbatas. Karena itu, kami konsisten menjalankan program Paskuda," ujar Faizu kepada Tim MCH PPIH Arab Saudi 2026 di Madinah, Rabu (6/5/2026).

Sebagai bentuk penguatan layanan, KBIHU Aisyiyah menambah armada kursi roda. Sebanyak enam unit dibeli setibanya di Madinah, sementara sekitar 12 unit lainnya telah tersedia di Makkah untuk mendukung mobilitas jemaah selama rangkaian ibadah.

Program ini juga menawarkan solusi yang lebih terjangkau dibandingkan layanan sewa kursi roda di pasaran. Jemaah cukup memberikan kontribusi sukarela atau sekitar 250 riyal Arab Saudi. Dana tersebut tidak semata menjadi biaya penggunaan, melainkan bagian dari konsep keberlanjutan, karena kursi roda nantinya ditinggalkan untuk dimanfaatkan jemaah lain setelah musim haji berakhir.

"Banyak kursi roda yang akhirnya digunakan kembali oleh jemaah lain. Ini menjadi semacam investasi yang manfaatnya berkelanjutan," kata Faizu.

Selain aspek efisiensi, Paskuda dinilai mampu membangun solidaritas antarsesama jemaah. Tenaga pendorong kursi roda berasal dari anggota kloter sendiri, sehingga tercipta semangat gotong royong selama menjalankan ibadah.

Pendampingan yang diberikan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga spiritual. Para pendamping turut membimbing jemaah lansia melafalkan doa selama perjalanan, menghadirkan pengalaman ibadah yang lebih khusyuk.

Meski pemerintah telah menyediakan fasilitas kursi roda dalam jumlah cukup, keterbatasan tenaga pendamping masih menjadi tantangan. Karena itu, peran sesama jemaah dinilai penting, terutama saat menjalankan umrah wajib maupun puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Faizu menegaskan, semangat “Senyummu Bahagiaku” menjadi landasan utama gerakan ini. Melalui kolaborasi dengan petugas haji, Paskuda diharapkan terus menjadi bagian dari solusi dalam mewujudkan layanan haji yang inklusif bagi jemaah lansia dan risti.

Editor: Dardani

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit