BATAMTODAY.COM, Karimun - Perusahaan Listrik Negara (PLN ) ULP Tanjungbalai Karimun akan melakukan pemeliharaan emergency Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) unit 2 yang mulai dilaksanakan dari Sabtu (2/5/2026) hingga Senin (4/5/2026) mendatang, sehingga akan terjadi pemadaman listrik bergilir.
"Mohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Karimun atas ketidaknyamanannya," kata Manager ULP PLN Tanjungbalai Karimun, Ahmad Subhan Hadi, Jum'at (1/5/2026).
Ia menyampaikan bahwa pemeliharaan PLTU Unit 2 ini dilaksanakan berdasarkan hasil temuan kendala teknis oleh Tim Pembangkit PLTU dimana terdapat salah satu komponen sistem pembakaran batu bara yang mengalami gangguan teknis.
"Sampai saat ini Petugas Pembangkitan PLN berkerja keras untuk menjaga Daya Mampu Sistem Pembangkit tetap dapat bertahan sampai dengan jadwal pemeliharaan dilakukan." ujarnya.
Ia mengungkapkan, dengan status pemeliharaan PLTU Unit 2, Daya Mampu Sistem Karimun diprediksikan sebesar 32 MW dengan Prediksi Beban Puncak 34.5 MW dimana masih terdapat kekurangan 2,5 MW selama beban puncak (17.00 sd 22.00WIB). Peningkatan Beban Puncak ini dipengaruhi juga dari Kondisi Cuaca.
"Sebagai tindak lanjut, direncanakan manajemen daya selama beban puncak secara bergilir dengan tetap memprioritaskan lokasi-lokasi strategis seperti pelabuhan dan rumah sakit," terangnya.
Ahmad Subhanmenambahkan pemeliharaan emergency PLTU Unit 2 bertujuan agar kendala di mesin tersebut tidak menyebar ke bagian lain yang jika terjadi dapat berdampak pada makin panjangnya waktu perbaikan.
"Tim Pemeliharaan Pembangkit telah menginspeksi titik permasalahan dalam pemeliharaan emergency ini agar dapat memaksimalkan waktu, semoga dengan eksekusi yang tepat pelaksanaan berjalan lancar dan selesai lebih cepat dari yang di rencanakan. Sekali lagi Kami mengucapkan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Karimun atas kondisi kelistrikan yang terjadi saat ini.,” pungkasnya.
Editor: Yudha
