logo batamtoday
Jum'at, 01 Mei 2026
PKP BATAM


Klarifikasi Wakil Wali Kota Batam Soal Penertiban KTP dan Pendatang Viral, Bantah Niat Diskriminatif
Jum\'at, 01-05-2026 | 14:48 WIB | Penulis: Aldy
 
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, saat menghadiri peringatan May Day di Lapangan Welcome to Batam (WTB), Jumat (1/5/2026). (Foto: Aldy)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Pernyataan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, terkait penertiban KTP dan pendatang yang viral di media sosial memicu polemik publik. Ucapan tersebut dinilai menyentuh isu sensitif di tengah tingginya arus urbanisasi ke kota industri tersebut.

Dalam kutipan yang beredar, Li Claudia menyampaikan pentingnya penataan administrasi kependudukan, termasuk penindakan terhadap pendatang tanpa tujuan jelas.

"Kalau bukan orang Batam, datang ke sini tidak bekerja, mencuri, sebaiknya dipulangkan," demikian pernyataan yang tersebar luas.

Pernyataan itu muncul seiring langkah Pemerintah Kota Batam yang memperketat pengawasan administrasi kependudukan, termasuk KTP, guna mengendalikan laju urbanisasi sekaligus menjaga ketertiban sosial. Namun, narasi tersebut memantik kritik karena dinilai berpotensi menstigma kelompok pendatang.

Menanggapi kontroversi itu, Li Claudia memberikan klarifikasi dan membantah adanya niat diskriminatif. Ia menegaskan kebijakan tersebut berorientasi pada pembenahan tata kelola kota, bukan menyasar kelompok tertentu.

"Saya tidak ada niat apa-apa. Kami ini lagi benahi Batam," ujarnya saat menghadiri peringatan May Day di Lapangan Welcome to Batam (WTB), Jumat (1/5/2026).

Ia menambahkan, penertiban administrasi menjadi bagian dari upaya menciptakan kota yang tertib, aman, dan berkelanjutan di tengah tekanan pertumbuhan penduduk yang pesat.

Di sisi lain, Li Claudia juga menyinggung penertiban aktivitas tambang pasir ilegal di kawasan Nongsa yang belakangan menjadi sorotan, menyusul diamankannya sejumlah pekerja oleh aparat. Ia menilai aktivitas tersebut berisiko serius terhadap lingkungan dan infrastruktur kota.

"Pasir itu kalau terus digali bisa sebabkan pergeseran tanah. Jalan bisa retak, akses ke bandara bisa terganggu. Yang rugi kita semua," tegasnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan pentingnya menjaga ruang hijau kota, termasuk tanaman yang baru ditanam masyarakat. "Pohon-pohon yang baru ditanam harus dijaga, termasuk Bougainville. Ini kota kita bersama," katanya.

Meski telah memberikan klarifikasi, polemik menunjukkan adanya kegelisahan publik terhadap batas antara penegakan aturan dan potensi diskriminasi. Di tengah pertumbuhan Batam sebagai magnet ekonomi, kebijakan pengendalian penduduk dinilai perlu dijalankan secara transparan dan berbasis data agar tidak memicu resistensi sosial.

Li Claudia pun mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan dan ketertiban kota. "Mari kita jaga kebersihan, jaga lingkungan. Pohon-pohon dan bunga itu milik kita bersama, harus dipelihara," ujarnya.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit