BATAMTODAY.COM, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus memperkuat literasi dan inklusi investasi berbasis syariah melalui inovasi digital dengan menghadirkan mode syariah pada aplikasi IDX Mobile. Fitur ini dirancang untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi pasar modal syariah secara terintegrasi.
Peluncuran mode syariah tersebut digelar di Main Hall BEI, Jakarta, dan dibuka oleh Pejabat Sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan komitmen BEI untuk memperluas akses informasi investasi yang transparan dan sesuai prinsip syariah.
"Pasar modal syariah Indonesia menunjukkan perkembangan yang positif dalam beberapa tahun terakhir," ujar Jeffrey, dalam siaran pers, Selasa (28/4/2026).
Ia memaparkan, per 4 Maret 2026 jumlah saham syariah mencapai 672 emiten atau sekitar 70 persen dari total saham yang tercatat di bursa. Sementara itu, kapitalisasi pasar saham syariah dalam Indeks Saham Syariah Indonesia telah mencapai sekitar 56 persen dari total kapitalisasi pasar.
Pertumbuhan juga terlihat dari jumlah investor syariah. Berdasarkan data Anggota Bursa penyedia Sharia Online Trading System (AB-SOTS), jumlah investor meningkat signifikan dari sekitar 85 ribu pada 2020 menjadi lebih dari 219 ribu investor pada awal 2026.
Menurut Jeffrey, tren tersebut mencerminkan meningkatnya minat masyarakat untuk berinvestasi sesuai prinsip syariah, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam industri keuangan syariah global. Pada 2025, pasar modal Indonesia meraih penghargaan Global Islamic Finance Awards (GIFA) Championship Award for Islamic Capital Market.
Untuk mendukung tren tersebut, BEI menghadirkan sejumlah fitur dalam mode syariah IDX Mobile, di antaranya Sharia Equity Market, Sukuk Market, Sharia Virtual Trading, Sharia Education Portal, serta Fatwa & Regulation.
Melalui fitur Sharia Equity Market dan Sukuk Market, pengguna dapat mengakses informasi saham syariah dan sukuk. Sementara itu, fitur Sharia Virtual Trading memungkinkan pengguna berlatih investasi menggunakan data real-time sebelum bertransaksi secara nyata.
Aplikasi ini juga menyediakan Sharia Education Portal yang berisi materi edukasi pasar modal syariah. Selain itu, fitur Fatwa & Regulation memberikan akses terhadap berbagai regulasi dan fatwa terkait investasi syariah.
Jeffrey menegaskan bahwa digitalisasi menjadi kunci dalam memperluas jangkauan pasar modal kepada masyarakat luas. "Digitalisasi bukan hanya soal teknologi, tetapi bagaimana menghadirkan akses yang lebih luas, informasi yang transparan, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat," jelasnya.
Dengan jumlah pengguna IDX Mobile yang telah melampaui 510 ribu, BEI berharap kehadiran mode syariah dapat meningkatkan literasi sekaligus partisipasi masyarakat dalam investasi berbasis syariah.
Peluncuran ini juga dirangkaikan dengan talk show bertema "Empowering Sharia Investment Journey with IDX Mobile Sharia" yang menghadirkan edukator finansial Khairani Pane serta pengurus Dewan Syariah Nasional - Majelis Ulama Indonesia, Azharuddin Lathif.
Para narasumber menekankan pentingnya akses informasi yang kredibel dan sesuai prinsip syariah agar masyarakat dapat mengambil keputusan investasi secara bijak. Melalui inovasi ini, BEI berharap masyarakat semakin mudah mengenal dan memanfaatkan produk investasi syariah, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pasar modal syariah global.
Editor: Gokli
