logo batamtoday
Selasa, 28 April 2026
PKP BATAM


Rakernas KEK 2026
Pemerintah Genjot Investasi dan Infrastruktur, Bidik Data Center di Batam-Bitung
Selasa, 28-04-2026 | 11:48 WIB | Penulis: Redaksi
 
Menko Airlangga Hartarto, saat membuka Rapat Kerja Nasional KEK Triwulan I 2026 di Jakarta, Senin (27/4/2026). (Foto: Kemenko Perekonomian)  

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah terus mendorong optimalisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai motor baru pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika global. Melalui percepatan industrialisasi, peningkatan nilai tambah, dan penguatan struktur ekonomi daerah, KEK diproyeksikan menjadi katalis transformasi ekonomi berkelanjutan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan pemerintah memberikan perhatian besar terhadap pengembangan KEK, sejalan dengan arahan Prabowo Subianto. "Setiap kementerian dan lembaga diharapkan berperan aktif meningkatkan investasi di KEK melalui percepatan infrastruktur serta penyederhanaan perizinan. Dukungan lintas sektor menjadi kunci agar kontribusi KEK terus meningkat," ujar Airlangga saat membuka Rapat Kerja Nasional KEK Triwulan I 2026 di Jakarta, Senin (27/4/2026).

Data realisasi investasi triwulan I 2026 menunjukkan capaian Rp 498,79 triliun atau tumbuh 7,22 persen secara tahunan (year-on-year). Penyerapan tenaga kerja juga meningkat signifikan menjadi 706.569 orang atau naik 18,93 persen. Sektor hilirisasi masih menjadi kontributor utama dengan porsi sekitar 30 persen dari total investasi.

Airlangga juga menyoroti peluang pengembangan pusat data (data center) di Indonesia, seiring pesatnya perkembangan teknologi seperti artificial intelligence dan quantum computing. Ia menyebut Batam dan Bitung sebagai lokasi strategis untuk menjadi titik pengembangan infrastruktur digital tersebut.

"Data center ini merupakan peluang besar. KEK harus di-fine tuning agar bisa beroperasi penuh dalam tiga hingga empat tahun ke depan dan benar-benar mendorong pertumbuhan ekonomi," katanya.

Selain investasi, pemerintah juga menyoroti pentingnya kesiapan tenaga kerja. Melalui forum High-Level Roundtable Discussion Link and Match, pemerintah mendorong Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK untuk berkolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dalam memetakan kebutuhan tenaga kerja dan menyelenggarakan pelatihan vokasi yang tepat sasaran.

Airlangga berharap Rakernas KEK 2026 mampu menyelesaikan berbagai hambatan (debottlenecking) yang selama ini menghambat optimalisasi kawasan. "Saya berharap Rakernas ini dapat menuntaskan berbagai isu sehingga program dan kegiatan usaha di KEK berjalan lebih optimal," ujarnya.

Rapat kerja nasional ini turut dihadiri sejumlah pejabat, di antaranya Plt Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin, Staf Ahli Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, serta perwakilan pengelola KEK dari seluruh Indonesia.

Pemerintah menargetkan KEK tidak hanya menjadi pusat investasi, tetapi juga penggerak utama penciptaan lapangan kerja dan daya saing ekonomi nasional di era digital.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit