BATAMTODAY.COM, Batam - Pemerintah melakukan penyesuaian dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dengan membatasi kegiatan seremonial keberangkatan serta mengubah alur layanan di embarkasi. Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga kondisi kesehatan jemaah, yang sebagian besar merupakan lanjut usia.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kepulauan Riau, Syafi’i, mengatakan seremoni keberangkatan haji kini hanya dilaksanakan satu kali di setiap provinsi. Pembatasan ini bertujuan mengurangi kelelahan jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.
"Pembatasan seremoni ini bagian dari upaya menjaga kesehatan jemaah, terutama lansia, agar tetap dalam kondisi baik hingga kembali ke Tanah Air," ujar Syafi’i, Rabu (22/4/2026).
Ia menjelaskan, pelayanan haji tahun ini mengedepankan pendekatan inklusif, yakni ramah terhadap lansia, perempuan, dan penyandang disabilitas. Hal ini disesuaikan dengan karakteristik jemaah yang semakin beragam.
Dari total 10.095 jemaah asal Kepulauan Riau, sekitar 70 persen di antaranya merupakan lanjut usia. Jemaah tertua berusia 83 tahun, sedangkan termuda 18 tahun.
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam, Muhammad Syafii, mengatakan kesiapan fasilitas di Asrama Haji Batam telah sesuai dengan standar operasional prosedur. Namun, terdapat perubahan pada alur layanan bagi jemaah yang masuk ke asrama.
"Tahun ini, tahapan awal dimulai dari pemeriksaan kesehatan, kemudian dilanjutkan dengan pembagian dokumen perjalanan," kata Syafii.
Selain paspor, jemaah juga menerima kartu nusuk, yaitu identitas layanan haji di Arab Saudi, sejak berada di asrama. Kebijakan ini merupakan hasil evaluasi dari penyelenggaraan haji tahun sebelumnya, ketika distribusi kartu tersebut mengalami keterlambatan.
"Dengan pembagian lebih awal, diharapkan jemaah sudah memegang seluruh dokumen penting sebelum berangkat," ujarnya.
Setelah proses administrasi, jemaah menerima biaya hidup (living cost), gelang identitas, serta menjalani pemeriksaan lanjutan sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.
Pada kelompok terbang (kloter) pertama Embarkasi Batam, sebanyak 445 jemaah diberangkatkan. Mereka berasal dari Kabupaten Lingga (27 orang), Kabupaten Bintan (44 orang), Kota Tanjungpinang (145 orang), dan Kota Batam (145 orang), serta didampingi empat petugas haji.
Secara keseluruhan, Embarkasi Batam akan melayani 10.845 jemaah dan 100 petugas. Panitia juga mengimbau keluarga pengantar untuk tidak memadati area asrama demi menjaga kenyamanan dan konsentrasi jemaah.
"Setelah jemaah masuk asrama, diharapkan proses berjalan tertib tanpa gangguan dari luar," kata Syafii.
Di sisi lain, panitia mencatat adanya dua insiden menjelang keberangkatan, yakni satu jemaah asal Karimun meninggal dunia dan satu lainnya dalam kondisi sakit.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian bagi penyelenggara untuk terus menekankan pentingnya aspek kesehatan dalam seluruh tahapan ibadah haji tahun ini.
Editor: Yudha
