BATAMTODAY.COM, Batam - Kinerja perbankan umum di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sepanjang 2025 menunjukkan tren positif dan berada di atas rata-rata nasional. Hal ini tercermin dari pertumbuhan aset, kredit, dan dana pihak ketiga (DPK) yang secara umum mencatatkan performa solid secara tahunan (year on year/yoy).
Kinerja tersebut disampaikan oleh Kepala OJK Provinsi Kepri, Sinar Danandjaya, saat acara media gathering dan buka puasa bersama, di Kantor OJK Kepri, Selasa (3/3/2026).
Berdasarkan data per Desember 2025, total aset bank umum di wilayah Kepri mencapai Rp 181,74 triliun. Angka ini tumbuh 13,74 persen (yoy), sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional yang sebesar 13,44 persen.
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit menunjukkan performa paling menonjol. Total kredit di Kepri tercatat Rp 99,55 triliun pada Desember 2025, dengan pertumbuhan mencapai 25,85 persen (yoy). Capaian ini jauh melampaui pertumbuhan kredit nasional yang berada di level 9,69 persen.
Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) di Kepri juga tetap kuat. Total DPK tercatat sebesar Rp 105,82 triliun atau tumbuh 13,20 persen (yoy). Meski masih di bawah rata-rata nasional yang tumbuh 13,83 persen, kinerja ini tetap menunjukkan stabilitas likuiditas perbankan di daerah.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau, Sinar Danandjaya, mengatakan capaian tersebut mencerminkan fungsi intermediasi perbankan di Kepri yang berjalan efektif dan didukung aktivitas ekonomi daerah yang terus menguat.
"Pertumbuhan kredit yang tinggi menunjukkan perbankan di Kepri tetap ekspansif namun terjaga. Ini menjadi sinyal positif bagi pembiayaan sektor riil dan dunia usaha di daerah," ujar Sinar.
Sinar menegaskan, OJK akan terus mendorong perbankan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas kredit agar stabilitas sistem keuangan tetap terpelihara.
"Kami mengingatkan industri perbankan untuk tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, manajemen risiko yang baik, serta menjaga kualitas aset di tengah momentum pertumbuhan yang kuat," tegasnya.
Secara peringkat, Sinar menambahkan, Kepri menempati posisi kompetitif. Untuk pertumbuhan aset, Kepri berada di peringkat ke-6 nasional dan peringkat pertama di Sumatera. Pada pertumbuhan kredit, Kepri menempati posisi ke-2 nasional dan menjadi yang tertinggi di Sumatera. Adapun pada pertumbuhan DPK, Kepri berada di peringkat ke-7 nasional dan kembali menempati posisi pertama di Sumatera.
"Kami berharap kinerja positif ini dapat terus menopang pembiayaan sektor produktif sekaligus memperkuat ketahanan sistem keuangan daerah ke depan," tutup Sinar Danandjaya.
Editor: Yudha
