logo batamtoday
Jum'at, 30 Januari 2026
PKP BATAM


OJK Perkuat Transparansi dan Tata Kelola Pasar Modal Penuhi Standar MSCI
Jum\'at, 30-01-2026 | 12:48 WIB | Penulis: Aldy
 
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, saat jumpa pers, Kamis (29/1/2026). (Istimewa)  

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat transparansi, tata kelola, dan integritas pasar modal Indonesia sejalan dengan sejumlah persyaratan yang disampaikan oleh Morgan Stanley Capital International Inc. (MSCI).

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menyampaikan, OJK bersama Self Regulatory Organization (SRO) pasar modal telah menyiapkan berbagai langkah strategis guna meningkatkan kualitas keterbukaan informasi bagi investor. Salah satunya melalui publikasi data kepemilikan saham secara lebih komprehensif pada laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak awal Januari 2026.

"Publikasi ini mencakup pengungkapan kepemilikan saham di atas dan di bawah lima persen berdasarkan kategori investor, sebagai upaya meningkatkan kualitas informasi dan mendukung pengambilan keputusan investor," ujar Mahendra dalam jumpa pers di BEI, Kamis (29/1/2026).

Mahendra menjelaskan, OJK juga berkomitmen memenuhi permintaan tambahan dari MSCI terkait penyediaan data kepemilikan saham dengan porsi di bawah lima persen yang dilengkapi kategori investor serta struktur kepemilikan. Seluruh pengungkapan tersebut akan diselaraskan dengan praktik terbaik internasional.

"Kami berkomitmen untuk memenuhi seluruh penyesuaian tersebut sesuai dengan best practice internasional," tegas Mahendra.

Selain itu, OJK akan mendorong SRO pasar modal untuk menerbitkan ketentuan mengenai batas minimal kepemilikan saham publik atau free float sebesar 15 persen dengan penerapan prinsip transparansi yang kuat. OJK juga akan memperketat pengawasan atas implementasi kebijakan tersebut, termasuk menyiapkan kebijakan keluar (exit policy) bagi emiten atau perusahaan publik yang tidak mampu memenuhi ketentuan dalam jangka waktu yang ditetapkan.

Dalam rangka mendukung keterbukaan kepemilikan, OJK juga akan meminta SRO menyediakan data pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner/UBO) emiten pasar modal kepada MSCI.

Mahendra menegaskan, seluruh kebijakan tersebut merupakan bagian dari agenda reformasi berkelanjutan untuk memperkuat integritas, transparansi, dan kualitas pasar modal Indonesia. Implementasinya akan dikawal secara langsung melalui koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait.

"Ini merupakan komitmen kami untuk mengawal secara langsung agar seluruh proses ini berjalan secara efektif dan tepat waktu," ujarnya.

Menurut Mahendra, secara umum masukan yang disampaikan MSCI menjadi sinyal positif bagi pasar modal Indonesia, karena menunjukkan minat MSCI untuk tetap memasukkan saham-saham emiten Indonesia ke dalam indeks global. Hal tersebut mencerminkan bahwa pasar modal Indonesia dinilai memiliki potensi dan daya tarik investasi yang kuat bagi investor internasional.

"Apa pun respons MSCI terhadap penyesuaian yang sedang dikaji, kami akan memastikan bahwa penyesuaian lanjutan, jika diperlukan, akan dilaksanakan hingga final agar sesuai dengan yang diharapkan MSCI," katanya.

Terkait pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Mahendra menyebut OJK terus memantau kondisi pasar secara berkelanjutan dengan memperhatikan berbagai faktor risiko, baik domestik maupun global. Untuk menjaga stabilitas pasar, OJK bersama BEI telah menyiapkan dan dapat mengoptimalkan sejumlah instrumen kebijakan, antara lain mekanisme pembelian kembali saham (buyback) tanpa RUPS, trading halt, serta penyesuaian batasan Auto Rejection Bawah (ARB).

Sebagai otoritas pengawas sektor jasa keuangan, OJK menegaskan komitmennya menjaga kepastian kebijakan dan konsistensi reformasi agar pasar modal Indonesia tetap kredibel, stabil, dan kompetitif di tingkat global.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit