logo batamtoday
Sabtu, 02 Mei 2026
PKP BATAM


Proyek IPAL Batam Capai 98 Persen, Dipastikan Rampung Oktober 2025
Selasa, 08-07-2025 | 18:28 WIB | Penulis: Aldy Daeng
 
BP Batam dan EDCF juga melakukan peninjauan lapangan proyek IPAL. (Foto: Aldy Daeng)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Economic Development Cooperation Fund (EDCF) Korea menggelar rapat monitoring dan evaluasi (Monev) proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Batam yang kini telah mencapai progres 98,64 persen.

Pertemuan berlangsung di Gedung Marketing Centre, Selasa (24/6/2025), dan dihadiri jajaran BP Batam serta perwakilan EDCF Korea Jakarta.

Proyek senilai USD 54,5 juta ini merupakan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan EDCF Korea, sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur dasar pengelolaan limbah di kawasan strategis Batam.

Direktur Badan Usaha SPAM, Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Iyus Rusmana, menyampaikan bahwa proyek IPAL ditargetkan selesai pada Oktober 2025. Ia menegaskan proyek ini menjadi fondasi penting untuk mendukung Batam sebagai kota industri yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

"Proyek ini kami pastikan selesai tepat waktu dengan memperhatikan kualitas, efisiensi, dan aspirasi masyarakat," ujar Iyus.

Capaian signifikan antara lain:
1. Instalasi Pengolahan Air Limbah (WWTP) berkapasitas 20.000 m?3;/hari di Bengkong Sadai telah selesai dan siap digunakan.
2. Lima stasiun pompa telah terpasang.
3. Pemasangan jaringan pipa utama dan sekunder sepanjang 114 km hampir rampung.
4. Progres sambungan rumah mencapai lebih dari 8.500 dari target 11.000 sambungan tahap pertama.
5. Fasilitas pengomposan sebagai bagian dari sistem integrasi limbah juga telah selesai dibangun.

BP Batam juga aktif melakukan sosialisasi ke masyarakat. Hingga kini, telah dilakukan pertemuan di 29 kompleks perumahan, menggandeng kontraktor Hansol Paper Co., Ltd dan konsultan Sunjin Engineering & Architecture Co., Ltd. Tujuan sosialisasi adalah untuk memberi pemahaman manfaat jangka panjang proyek dan menampung masukan warga.

"Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga tentang pemberdayaan masyarakat," tegas Iyus.

Senior Project Manager EDCF, Muhammad Zia Mahiyar, menyampaikan apresiasi atas progres proyek IPAL dan berharap proyek ini bisa menjadi percontohan nasional. Ia mengakui adanya keluhan dari masyarakat, namun menilai itu sebagai tantangan biasa dalam proyek yang melibatkan area pemukiman.

"Keluhan warga adalah hal yang wajar. Mudah-mudahan proyek ini tetap berjalan lancar hingga selesai," kata Zia.

Sehari sebelumnya, BP Batam dan EDCF juga melakukan peninjauan lapangan ke beberapa titik proyek. BP Batam memastikan koordinasi dengan semua pihak akan terus diperkuat demi kelancaran dan keberhasilan proyek IPAL Batam, yang diharapkan memberi dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Editor: Yudha

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit