BATAMTODAY.COM, Jakarta - JumpStart Indonesia mengumumkan tambahan investasi dari Cool Japan Fund Inc. yang membawa perusahaan melangkah dari tahap pendanaan Series B menuju Series C. Suntikan modal tersebut akan difokuskan untuk memperluas jaringan vending machine modern berbasis teknologi AI dan sistem pembayaran cashless di Indonesia.
Pendanaan terbaru itu sekaligus memperkuat posisi JumpStart sebagai salah satu pemain utama automated retail yang mendistribusikan produk makanan dan minuman Jepang ke pasar Indonesia melalui jaringan vending machine modern.
Hingga Desember 2025, JumpStart tercatat telah mengoperasikan lebih dari 6.400 vending machine di berbagai wilayah Indonesia. Sementara pada akhir 2025, jumlah mesin yang beroperasi meningkat menjadi lebih dari 6.500 unit dengan pertumbuhan performa finansial mencapai 200 persen dibanding tahun sebelumnya.
Jaringan vending machine tersebut kini telah hadir di berbagai lokasi strategis, mulai dari kawasan perkantoran, pusat perbelanjaan, hingga fasilitas publik di sejumlah daerah.
Perjalanan bisnis JumpStart dimulai pada 2018 melalui pengembangan smart coffee vending machine. Seiring waktu, perusahaan berkembang menjadi ekosistem automated retail dengan berbagai inovasi mesin otomatis, seperti smart mart vending machine, mesin minuman segar, mesin es krim, cotton candy, hingga konsep mystery box dan gamified vending machine untuk kebutuhan aktivasi merek.
Seluruh layanan tersebut dirancang agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing brand, sekaligus menghadirkan pengalaman konsumen yang lebih interaktif, personal, dan berbasis data.
CEO JumpStart Indonesia, Brian Imawan, mengatakan dukungan lanjutan dari Cool Japan Fund menjadi bentuk kepercayaan terhadap arah pengembangan bisnis perusahaan. "Dukungan berkelanjutan dari Cool Japan Fund menjadi validasi kuat terhadap visi dan eksekusi yang kami jalankan. Kami tidak hanya membangun jaringan vending machine, tetapi juga menciptakan platform distribusi yang scalable untuk menghubungkan brand global, khususnya dari Jepang, dengan pasar konsumen Indonesia yang terus berkembang," ujar Brian Imawan, dalam siaran pers, Rabu (20/5/2026).
Menurut Brian, tambahan investasi tersebut akan dimanfaatkan untuk memperluas variasi produk, memperkuat kerja sama dengan mitra asal Jepang, serta meningkatkan infrastruktur operasional dan rantai pasok perusahaan.
Selain itu, JumpStart juga akan mengembangkan pemanfaatan data dan consumer insights untuk menciptakan pengalaman belanja yang lebih relevan dan personal bagi konsumen.
Melalui ekosistem vending machine berbasis AI dan cashless, JumpStart menghadirkan berbagai produk makanan dan minuman Jepang, mulai dari minuman, confectionery, camilan, hingga produk siap saji. Langkah ini dinilai membuka jalur distribusi baru bagi brand Jepang yang ingin menjangkau pasar Indonesia dan Asia Tenggara.
Investasi lanjutan dari Cool Japan Fund juga mencerminkan besarnya potensi pasar automated retail di Indonesia yang terus tumbuh seiring perubahan gaya hidup masyarakat menuju transaksi digital dan layanan serba otomatis.
Dengan momentum pertumbuhan tersebut, JumpStart optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai gerbang bagi brand internasional untuk masuk dan berkembang di pasar Indonesia melalui inovasi retail berbasis teknologi.
Editor: Gokli
