logo batamtoday
Selasa, 26 Mei 2026
PKP BATAM


BI Kepri Bedah Buku 'Semua Bisa Kaya', Ajak Masyarakat Cerdas Kelola Keuangan Syariah
Jum\'at, 06-03-2026 | 20:08 WIB | Penulis: Aldy Daeng
 
Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau menggelar kegiatan bedah buku berjudul "Semua Bisa Kaya" karya Marviarum Eka Ramdiati. (Aldy/BTD)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau menggelar kegiatan bedah buku berjudul "Semua Bisa Kaya" karya Marviarum Eka Ramdiati. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Kepulauan Riau Ramadhan Fair (Kurma) 2026 yang berlangsung di One Batam Mall, Jumat (6/3/22026).

Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepulauan Riau, Ardhienus, mengatakan judul buku tersebut menarik karena menyentuh keinginan hampir semua orang. "Siapa yang tidak ingin kaya. Judulnya sangat menarik sehingga membuat orang tertarik membaca," ujar Ardhienus.

Menurutnya, buku tersebut menyampaikan pesan bahwa menjadi kaya bukan hanya milik segelintir orang. Dengan pengelolaan keuangan yang baik, setiap orang memiliki peluang mencapai kesejahteraan.

Ia menekankan pentingnya kemampuan membedakan antara kebutuhan dan keinginan dalam mengelola keuangan. "Jangan sampai keinginan melampaui kebutuhan. Jika keuangan dikelola dengan baik, maka kita bisa menyisihkan dana untuk investasi," katanya.

Ardhienus menambahkan kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi ekonomi masyarakat, khususnya dalam pengelolaan keuangan berbasis prinsip syariah.

"Jangan sampai masyarakat memiliki beban keuangan yang tidak perlu. Salah satu kuncinya adalah bagaimana mengelola keuangan secara syariah," jelasnya.

Sementara itu, penulis buku "Semua Bisa Kaya", Marviarum Eka Ramdiati, menjelaskan bahwa makna kaya tidak selalu identik dengan memiliki harta melimpah.

Menurutnya, seseorang dapat disebut kaya ketika merasa cukup dengan rezeki yang dimiliki.

"Rezeki tidak sepenuhnya untuk diri sendiri. Semua akan dipertanggungjawabkan di akhirat nanti," ujarnya.

Lulusan Manajemen Universitas Indonesia itu mengatakan proses penulisan buku tersebut memakan waktu cukup panjang. Dalam bukunya, ia membahas berbagai aspek pengelolaan keuangan, mulai dari cara memperoleh rezeki, mengatur pengeluaran, hingga pentingnya berbagi melalui infak, sedekah, dan aqiqah.

"Semua itu diatur dalam Al-Quran," katanya.

Ia juga menekankan pentingnya mengatur pembagian uang sejak awal menerima gaji. Menurutnya, menabung sebaiknya tidak dilakukan dari sisa pengeluaran, tetapi langsung dialokasikan saat pendapatan diterima.

Selain itu, ia menyarankan masyarakat memisahkan rekening penerimaan dengan rekening belanja agar pengelolaan keuangan lebih terkontrol.

Kepulauan Riau Ramadhan Fair (Kurma) 2026 yang berlangsung pada 2-8 Maret 2026 di One Batam Mall menjadi salah satu agenda penting dalam penguatan ekonomi syariah dan digitalisasi UMKM di Kepulauan Riau.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, pada Rabu (4/3/2026).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau, Rony Widijarto, mengatakan Kurma menjadi momentum untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih merata.

Menurutnya, perekonomian Kepulauan Riau saat ini tumbuh 7,8 persen, menjadi salah satu yang tertinggi secara nasional dengan tingkat inflasi yang tetap terjaga. "Kepri tidak mudah, banyak tantangan. Tapi kita mampu tumbuh tinggi. Pertumbuhan ini harus makin merata dan berkelanjutan," ujar Rony.

Dalam Kurma 2026, BI Kepri juga mendorong penguatan ekosistem produk halal dengan membantu pelaku UMKM memperoleh sertifikasi halal, terutama pada sektor wastra dan makanan olahan.

Selain itu, BI Kepri juga mendorong keberadaan juru sembelih halal (juleha) bagi pelaku usaha makanan agar proses produksi memenuhi standar halal secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga transaksi.

Penguatan ekonomi syariah juga dilakukan melalui digitalisasi sistem pembayaran. Sepanjang 2025, transaksi QRIS di Kepulauan Riau tercatat mencapai Rp11,5 triliun, menunjukkan meningkatnya adopsi pembayaran digital di masyarakat.

Pada 2026, BI Kepri akan memperluas program digitalisasi dengan mendorong penggunaan QRIS di pasar-pasar tradisional, melanjutkan implementasi QRIS di masjid yang telah dilakukan pada 2025.

Upaya tersebut diharapkan mampu mempercepat inklusi keuangan sekaligus meningkatkan efisiensi transaksi bagi pelaku UMKM.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura menegaskan Kurma tidak sekadar menjadi agenda seremonial Ramadan. Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat sistem ekonomi dan keuangan syariah di Kepulauan Riau.

"UMKM harus semakin tangguh. Mari kita perkuat ketahanan ekonomi Kepri agar semakin makmur dan merata," ujarnya.

Editor: Yudha

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit