logo batamtoday
Rabu, 04 Maret 2026
PKP BATAM


Aktivitas Terancam Disegel, Surat Peringatan Sudah Dilayangkan
BP Batam Tegaskan Tak Pernah Terbitkan Izin Timbun DAS dan Cut and Fill PT Golden Goodwill di Tanjung Piayu
Rabu, 04-03-2026 | 11:48 WIB | Penulis: Aldy
 
Aktivitas PT Golden Goodwill di kawasan Tanjung Piayu. (Foto: Aldy)  

BATAMTODAY.COM, Batam - BP Batam menegaskan tidak pernah menerbitkan izin atas aktivitas penimbunan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan cut and fill yang diduga dilakukan PT Golden Goodwill di kawasan Tanjung Piayu. Otoritas telah melayangkan surat penghentian dan membuka opsi penyegelan apabila kegiatan tetap berlanjut.

Kepala Biro Umum BP Batam, Mohamad Taofan, mengatakan pihaknya telah mengambil langkah administratif berupa peringatan tertulis untuk menghentikan aktivitas di lapangan.

"Perihal aktivitas penimbunan oleh PT Golden Goodwill di Tanjung Piayu, dapat kami sampaikan bahwa BP Batam tidak mengeluarkan izin atas aktivitas tersebut dan telah diberikan surat peringatan penghentian aktivitas," ujar Taofan, Senin (2/2/2026).

Ia menyebutkan surat peringatan itu dilayangkan pada 2 Maret. BP Batam akan terus memantau perkembangan di lokasi guna memastikan instruksi tersebut dipatuhi oleh pihak perusahaan.

Pernyataan serupa disampaikan Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto. Menurut dia, pihaknya tidak akan ragu mengambil tindakan lanjutan jika kegiatan di lapangan masih berlangsung.

"Kami sudah mengeluarkan peringatan. Jika masih ada aktivitas, kami akan cek kembali dan melakukan tindakan lanjutan, hingga peringatan terakhir dan usulan penindakan penyegelan ke Direktorat Pengendalian Lahan," ujarnya, Selasa (3/2/2026).

Mouris menegaskan kemungkinan penyegelan tetap terbuka apabila perusahaan tidak mengindahkan instruksi penghentian. "Tentu ada kemungkinan dilakukan penyegelan. Saya sudah meminta tim untuk bertindak lebih tegas," katanya.

Sementara itu, pihak PT Golden Goodwill membantah tudingan penutupan aliran sungai. Pemilik perusahaan, Teguh Girsang, melalui tim humasnya menyatakan tidak ada penutupan DAS di lokasi tersebut.

"Kalau masalah DAS, tidak ada yang ditutup," demikian keterangan yang disampaikan pihak perusahaan.

Namun, ketika dikonfirmasi terkait aktivitas cut and fill di kawasan yang sama, perusahaan belum memberikan penjelasan lebih lanjut. Hingga kini, aktivitas di Tanjung Piayu masih menjadi perhatian otoritas setempat dan berpotensi disegel apabila pelanggaran administratif terbukti berlanjut.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit