logo batamtoday
Jum'at, 30 Januari 2026
PKP BATAM


Dorong Walkable City dan UMKM
BP Batam Siapkan Penataan Pedestrian Nagoya 4,7 Km dari Kawasan Harbour Bay hingga Pakuwon
Sabtu, 03-01-2026 | 11:48 WIB | Penulis: Aldy Daeng
 
Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto. (Foto: Aldy Daeng/Batamtoday)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam terus mematangkan rencana penataan kawasan Nagoya sebagai pusat aktivitas baru berbasis walkable city. Salah satu program utama yang disiapkan ialah penataan jalur pedestrian sepanjang kurang lebih 4,7 kilometer, membentang dari kawasan Harbour Bay hingga Pakuwon, Nagoya. Proyek ini ditargetkan menjadi destinasi wisata perkotaan yang ramah pejalan kaki sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, mengatakan penataan pedestrian Nagoya merupakan bagian dari pengembangan Wilayah Pengembangan Pariwisata (WPP). Dari lima WPP yang telah ditetapkan, kawasan Nagoya Heritage dan New Nagoya menjadi salah satu prioritas yang tengah digarap secara serius.

"Giat sore ini kita melakukan survei lokasi. Kita melihat langsung kondisi kawasan dari ujung Harbour Bay hingga rencana titik akhir di Pakuwon. Konsep besar yang ingin kita bangun adalah walkable city, kawasan yang nyaman, aman, dan menarik bagi pejalan kaki," ujar Mouris saat peninjauan lapangan, Selasa (2/1/2026) sore.

Ia menjelaskan, penataan pedestrian Nagoya tidak dirancang sebagai proyek tunggal oleh satu pihak. BP Batam mendorong pola kerja sama dan gotong royong yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah hingga sektor swasta.

"Penganggaran kita maunya kerja sama. Ada BP Batam, Pemerintah Kota Batam, para pengusaha, asosiasi, hingga perbankan. Ini proyek gotong royong, semua stakeholder bergerak bersama," tegasnya.

Peninjauan lapangan tersebut turut dihadiri perwakilan instansi terkait dari BP Batam dan Pemerintah Kota Batam, asosiasi pengusaha, serta perwakilan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Batam yang turun langsung melihat kondisi eksisting kawasan.

Menurut Mouris, penataan pedestrian tidak hanya berorientasi pada keindahan kota, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan destinasi wisata baru di kawasan Nagoya Heritage. Kawasan ini dirancang menjadi ruang publik yang hidup, tempat masyarakat berjalan kaki, berbelanja, dan menikmati wisata kuliner.

"Kita tidak hanya fokus pada pengusaha besar. UMKM juga menjadi perhatian utama. Kios-kios akan ditata dan dirapikan, termasuk sistem pengelolaannya. Ke depan akan ada pengelola kawasan khusus di Nagoya Heritage," jelasnya.

Ia menambahkan, penataan mencakup pembangunan jalur pedestrian yang lebih representatif, penyediaan kantong parkir, perbaikan manajemen lalu lintas, hingga penetapan zona tertentu yang dikhususkan bagi pejalan kaki. "Akan ada kawasan yang memang hanya untuk pejalan kaki dan tidak bisa dilalui kendaraan bermotor, sehingga orang benar-benar bisa menikmati suasana berjalan kaki dengan nyaman," tambah Mouris.

Fase Awal Fokus Hidupkan Keramaian

Pada tahap awal, BP Batam tidak langsung melakukan pembangunan fisik berskala besar. Fase pertama difokuskan pada strategi crowd gather atau menghidupkan keramaian di kawasan Nagoya. "Kita ramaikan dulu areanya. Momentum dua event besar, Imlek dan Idulfitri, akan kita manfaatkan untuk menghidupkan aktivitas di sepanjang Nagoya Heritage," ujarnya.

Pada fase ini, BP Batam mendorong pelaku usaha menghadirkan berbagai kegiatan, seperti wisata kuliner dan belanja, guna membangun budaya baru di Kota Batam, yakni berjalan kaki, berkuliner, dan berbelanja di satu kawasan yang tertata. "Ini masih fase awal, belum pembangunan fisik. Setelah kawasan hidup dan ramai, barulah pembenahan dilakukan sedikit demi sedikit," jelas Mouris.

Ia menegaskan, penataan kawasan Nagoya akan dilakukan secara bertahap dan organik. Dengan banyaknya pemilik lahan dan pelaku usaha, pendekatan yang diambil adalah penataan perlahan sambil berjalan. "Yang penting massanya datang dulu. Kalau sudah ramai, ekonomi biasanya bergerak sendiri. Toko-toko akan mulai berinovasi, mempercantik tempat usahanya, lalu kita tata kembali secara bertahap," katanya.

Terkait pedagang kaki lima (PKL), BP Batam saat ini berkoordinasi dengan Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI). Dukungan dari para PKL terhadap rencana penataan tersebut disebut cukup positif.

Dalam mendukung UMKM, BP Batam juga membuka peluang kerja sama dengan sektor perbankan, salah satunya BRI Batam. Salah satu konsep yang ditawarkan adalah pembentukan Kampung BRI di kawasan PKL. "Kita tawarkan konsep apakah BRI bisa membuat Kampung BRI, membantu penataan kios, menyediakan akses pembiayaan murah bagi pelaku usaha, bahkan ikut mengelola kawasan, mulai dari kebersihan, fasilitas, hingga keamanan," papar Mouris.

Selain itu, sistem pembayaran juga akan diarahkan ke digital, mengingat transaksi di kawasan tersebut saat ini masih banyak dilakukan secara manual. "Pembayaran digital menjadi bagian dari penataan agar kawasan ini lebih modern dan tertib," ujarnya.

Dari hasil peninjauan lapangan, berbagai persoalan teknis turut menjadi catatan bersama, mulai dari kenyamanan penyeberangan, minimnya zebra cross, kondisi pedestrian yang rusak, hingga sistem drainase yang belum optimal. "Karena itu kita turun bersama. Ada Dishub, Perkim, Dinas Pariwisata, dan Direktorat Pembangunan BP Batam. Kita lihat langsung apa yang kurang dan apa yang perlu dibenahi," kata Mouris.

Ia menegaskan kembali bahwa konsep utama program ini bukanlah penertiban, melainkan penataan kawasan secara menyeluruh dan berkelanjutan. "Bukan ditertibkan, tetapi ditata. Termasuk kawasan Tanjung Pantun dan sekitarnya, semuanya akan ditata dengan konsep yang sama," pungkasnya.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit