logo batamtoday
Jum'at, 12 Juni 2026
PKP BATAM


Dari Sampah Menjadi Berkah, Strategi Bintan Mengelola Limbah Lewat Bank Sampah
Selasa, 07-10-2025 | 08:48 WIB | Penulis: Harjo
 
Kepala DLH Bintan, Niken Wulandari, saat mengkampanyekan pengelolaan sampah ramah lingkungan dengan menggencarkan edukasi soal tata kelola dan manajemen Bank Sampah. (Foto: Harjo)  

BATAMTODAY.COM, Bintan - Di balik timbunan sampah rumah tangga, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bintan melihat potensi yang bisa dikapitalisasi. Lewat program Bintan Berseri, pemerintah daerah menggencarkan edukasi soal tata kelola dan manajemen Bank Sampah --konsep sederhana namun strategis yang belakangan menjadi primadona dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.

Alih-alih dibuang, sampah yang telah dipilah kini bisa ditabung. Tak ubahnya seperti lembaga keuangan, Bank Sampah menawarkan sistem simpan-pinjam, namun bukan uang yang disetorkan, melainkan sampah --mulai dari plastik hingga kertas bekas. Wargalah yang menjadi nasabahnya, sementara pengelola bertindak layaknya petugas bank yang mencatat setiap transaksi.

Kepala DLH Bintan, Niken Wulandari, tak sekadar mengkampanyekan pengelolaan sampah ramah lingkungan. Ia juga mengusung semangat ekonomi sirkular. "Yang sudah bergabung tetap semangat. Kalau bisa, sampaikan ke tetangga dan kerabat, bahwa dari sampah bisa menjadi berkah," ujarnya berapi-api saat penyuluhan di Bank Sampah Pensosmas, Tanjung Uban, Senin (6/10/2025).

Ajakan Niken tak berdiri sendiri. Bupati Bintan, Roby Kurniawan, bahkan turun langsung mempelajari sistem pengelolaan sampah di Kota Bogor, salah satu kota yang cukup maju dalam manajemen limbah berbasis partisipasi warga. Hasil studi banding itu bakal diadaptasi ke wilayah pesisir seperti Bintan, dengan menyesuaikan karakteristik masyarakat setempat.

Bank Sampah diharapkan menjadi solusi atas dua persoalan sekaligus: lingkungan dan ekonomi. Di satu sisi, warga didorong memilah sampah dari sumbernya sesuai prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Di sisi lain, kegiatan ini menciptakan peluang ekonomi mikro, terutama bagi ibu rumah tangga dan pelaku UMKM.

Konsep ini juga menjadi jawaban atas persoalan klasik yang terus menghantui: penumpukan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Dengan berkurangnya volume limbah yang masuk ke TPA, umur fasilitas itu bisa diperpanjang, memberi ruang bagi pemerintah daerah merancang solusi jangka panjang yang lebih ekologis.

DLH menargetkan lebih banyak warga menjadi nasabah aktif. Tak sekadar menyetor sampah, mereka juga diharapkan menjadi agen perubahan --menularkan kebiasaan memilah sampah kepada lingkungan sekitar.

Jika program ini konsisten dijalankan, bukan tak mungkin Bintan tak lagi dikenal hanya karena pantainya yang eksotis, tetapi juga karena sistem pengelolaan sampahnya yang progresif.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit