logo batamtoday
Kamis, 30 April 2026
PKP BATAM


Ekspor Ikan Hidup dari Kepri ke China dan Hongkong Terhambat, Mendag: Kita akan Terus Lakukan Negosiasi
Kamis, 14-08-2025 | 17:48 WIB | Penulis: Aldy Daeng
 
Mendag Budi Santosa di gedung BP Batam, Batam Centre, Kamis (14/8/2025). (Aldy/BTD)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso akan menindaklanjuti persoalan hambatan ekspor ikan hidup dari Kepri ke China dan Hongkong. Regulasi di dua negara tersebut mewajibkan pengiriman ikan hidup menggunakan pesawat, bukan kapal laut seperti sebelumnya.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengungkapkan aturan ini memberatkan pelaku usaha perikanan, terutama di Natuna dan Anambas.

"Kalau pakai pesawat, ikan hidup harus disertakan dengan air. Itu berat dan berbiaya tinggi. Kami sudah menyurati Menteri Perdagangan untuk mencari solusi," ujarnya.

Ansar menambahkan, jika tak segera diatasi, ikan-ikan yang sudah melebihi ukuran ideal akan kehilangan nilai jual ekspor.

"Sudah banyak ikan para nelayan kerambah yang besar, kalau ukurannya melebihi, maka nilai ekspornya kan akan berkurang," ungkap Gubernur Ansar.

Menanggapi hal itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santosa menegaskan pihaknya akan mengoptimalkan peran perwakilan dagang Indonesia di luar negeri, seperti Konsulat Perdagangan di Hong Kong dan Atase Perdagangan di Beijing.

"Ini bagian dari hambatan perdagangan. Kita akan melakukan negosiasi dan pendekatan karena ini sudah masuk ranah kebijakan," kata Mendag Budi Santosa di gedung BP Batam, Batam Centre, Kamis (14/8/2025).

Ia pun menegaskan pemerintah akan terus berupaya memperluas pasar ekspor ke berbagai negara, sehingga pelaku usaha tidak bergantung hanya pada satu negara tujuan.

"Sasaran ekspor kita semua negara. Prinsipnya, kita akan terus melakukan negosiasi," ujar Budi Santosa.

Editor: Yudha

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit