BATAMTODAY.COM, Batam - Menteri Perdagangan RI, Dr Budi Santoso, meresmikan Ekspor Center di Batam sebagai pusat pengembangan ekspor UMKM untuk wilayah Sumatera. Fasilitas ini digadang-gadang menjadi motor penggerak perdagangan internasional dan membuka akses pasar produk Indonesia ke berbagai belahan dunia.
"Kita tidak tergantung pada satu atau dua negara saja. Semua pasar kita sasar, termasuk Amerika yang memberi resiprokasi hingga 90 persen," ujar Budi usai peresmian di Balairungsari BP Batam, Kamis (14/8/2025).
Peresmian ini menjadi bagian dari rangkaian Pekan Pengembangan Ekspor yang mencakup Sosialisasi TEI, Launching JMFW, Business Networking, Pelepasan Ekspor, Pitching Klinik Desain, dan peluncuran InaExport.
Budi memaparkan, saat ini produk ekspor Indonesia telah menembus pasar Uni Eropa, Asia, Rusia, Amerika Latin (Peru dan Chile), blok Mercosur (Brasil, Paraguay, Uruguay, Argentina), hingga Afrika. Pemerintah, kata dia, juga menyiapkan fasilitas dan tim pemasaran di negara tujuan ekspor.
Kinerja ekspor nasional pada semester I 2025 tumbuh 7,7 persen, melampaui target tahunan 7,1 persen. Budi optimistis tren positif ini bisa berlanjut dengan peningkatan kapasitas UMKM. "Banyak produk potensial daerah yang belum memenuhi standar ekspor. Melalui Ekspor Center, kami memberikan pelatihan, pendampingan, dan mempertemukan UMKM dengan buyer luar negeri melalui business matching," jelasnya.
Sejak Januari hingga Juni 2025, program pendampingan ekspor mencatat transaksi senilai USD 90,04 juta atau sekitar Rp 1,4 triliun, 70 persen di antaranya berasal dari UMKM yang baru pertama kali mengekspor, terutama di sektor makanan-minuman, kerajinan, dan fesyen.
Budi menilai tren mode juga memicu pertumbuhan industri pendukung seperti tekstil, kosmetik, dan gaya hidup. "Kalau tren sudah terbentuk, industri lain ikut bergerak dan UMKM terdorong naik kelas," katanya.
"Dengan posisi strategis Batam sebagai hub ekspor Sumatera, kami berharap arus produk UMKM menuju pasar global semakin terintegrasi dan berkelanjutan," pungkasnya.
Editor: Gokli
