BATAMTODAY.COM, Batam - Menyusul terbongkarnya jaringan perdagangan bayi lintas negara oleh Polda Jawa Barat, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengambil langkah strategis dengan memperkuat peran RT/RW dan kader Posyandu sebagai garda terdepan pengawasan sosial di lingkungan warga.
Langkah ini dinilai penting karena posisi geografis Batam yang berbatasan langsung dengan Singapura, menjadikannya rawan sebagai jalur transit tindak pidana perdagangan orang (TPPO). "Batam yang berbatasan langsung dengan Singapura sangat rawan menjadi wilayah transit, baik untuk narkoba maupun TPPO. Kasus kemarin merupakan bagian dari sindikat TPPO," ujar Amsakar, saat ditemui Rabu (23/7/2025).
Kasus yang dimaksud melibatkan penyelundupan 25 bayi dari Indonesia ke Singapura. Dari jumlah tersebut, 15 bayi diduga telah dijual, enam berhasil diselamatkan, dan empat masih dalam pencarian. Pemerintah Kota Batam pun segera merespons dengan memperkuat pengawasan di titik-titik rawan, khususnya di kawasan padat seperti rumah kos dan kontrakan.
Menurut Amsakar, keterlibatan aktif masyarakat melalui RT/RW dan kader Posyandu sangat vital dalam mendeteksi potensi praktik TPPO sejak dini. "Kami tidak bisa bekerja sendiri. Lingkungan terdekat harus aktif mengawasi dan melaporkan jika ada aktivitas mencurigakan," tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga mendorong adanya penguatan regulasi di tingkat nasional guna menutup celah hukum yang kerap dimanfaatkan sindikat TPPO. "Perdagangan orang bukan hanya menyasar perempuan atau pekerja migran nonprosedural, tapi kini juga menyasar anak-anak. Ini harus menjadi perhatian serius," tambahnya.
Amsakar mengungkapkan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau saat ini turut memfokuskan pembahasan isu TPPO, terutama karena sejumlah kabupaten/kota di wilayah itu telah menjadi titik transit dan pemberangkatan.
Dalam rapat bersama Kantor Staf Presiden (KSP), Amsakar juga menegaskan bahwa kerentanan Batam terhadap kejahatan lintas negara membutuhkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat. "Karena itu, kami terus mengajak masyarakat menjadi mata dan telinga pemerintah, agar kejahatan seperti ini bisa dicegah sejak dini," pungkasnya.
Editor: Gokli
