logo batamtoday
Rabu, 06 Mei 2026
PKP BATAM


Pabrik Solder PT Stania Resmi Beroperasi di Kabil, Batam Siap Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Sabtu, 12-07-2025 | 09:28 WIB | Penulis: Redaksi/Alex
 
Komisaris Utama PT Arsari Tambang Hashim Djojohadikusumo dan Wakil Menteri Investasi/Hilirisasi RI, Todotua Pasaribu meresmikan pabrik solder milik PT Solder Tin Andalan Indonesia (Stania) di Kawasan Industri Tunas Prima, Kamis (10/7/2025). (Foto: BP Batam)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Komisaris Utama PT Arsari Tambang Hashim Djojohadikusumo dan Wakil Menteri Investasi/Hilirisasi RI, Todotua Pasaribu meresmikan pabrik solder milik PT Solder Tin Andalan Indonesia (Stania) di Kawasan Industri Tunas Prima, Kamis (10/7/2025). Peresmian pabrik hilirasasi ini dihadiri langsung oleh Kepala BP Batam Amsakar Achmad, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra.

PT Stania merupakan anak usaha dari PT Arsari Tambang yang berfokus pada produksi solder berbahan dasar timah. Produk solder ini akan digunakan dalam berbagai sektor, seperti industri elektronik, kendaraan listrik, telekomunikasi, dan peralatan rumah tangga.

Amsakar menyampaikan apresiasi atas investasi tersebut dan menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung iklim investasi yang kondusif di Batam.

"Kami menyambut baik kehadiran PT Stania. Ini adalah bagian dari upaya hilirisasi nasional yang memberi nilai tambah bagi sumber daya alam. Pemerintah akan memberikan layanan terbaik kepada para investor," ujar Amsakar.

Ia menambahkan, kehadiran pabrik ini diharapkan dapat memperkuat daya saing ekonomi Batam, sekaligus menjadi kontribusi nyata bagi perekonomian nasional. Amsakar juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas iklim investasi di daerah tersebut.

Di sisi lain, Komisaris Utama PT Arsari Tambang, Hashim Djojohadikusumo, menyatakan bahwa berdirinya PT Stania merupakan pencapaian yang membanggakan dalam perjalanan bisnisnya.

"Selama ini kami membangun beberapa pabrik di Cilegon, Cibinong, dan Cilacap. Namun, PT Stania merupakan proyek yang paling membanggakan karena menunjukkan kemampuan kita dalam proses hilirisasi," kata Hashim.

Pabrik ini ditargetkan akan memiliki delapan lini produksi, dengan kapasitas tenaga kerja mencapai 640 orang jika seluruh lini beroperasi. Saat ini, satu lini produksi telah berjalan, dan pembangunan tahap selanjutnya akan dilakukan secara bertahap. Nilai investasi awal mencapai Rp 400 miliar.

PT Stania juga menargetkan penerapan standar internasional seperti ISO 9001 (mutu), ISO 14001 (lingkungan), ISO 50001 (energi), dan ISO 45001 (keselamatan kerja), serta memprioritaskan proses produksi rendah emisi karbon.

Hashim berharap dukungan pemerintah daerah terus mengalir agar target ekspansi dan produksi dapat tercapai sesuai rencana.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit