logo batamtoday
Sabtu, 02 Mei 2026
PKP BATAM


Banjir Kian Meluas, Wali Kota Batam Dorong Solusi Komprehensif dan Kolaboratif
Selasa, 06-05-2025 | 15:44 WIB | Penulis: Aldy Daeng
 
Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. (Foto: Aldy Daeng/Batamtoday)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Banjir yang kembali melanda berbagai wilayah di Kota Batam pascahujan deras menjadi perhatian serius Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad.

Ia menegaskan penanganan banjir merupakan tantangan besar yang tidak bisa diselesaikan secara instan, terutama di tengah persoalan lingkungan dan keterbatasan anggaran.

"Ini pekerjaan berat. Banyak lahan yang dibuka, hutan hilang, sehingga ketika hujan turun, air langsung meluncur tanpa hambatan," kata Amsakar saat menghadiri kegiatan sosialisasi petani pekarangan di Perumahan KDA, Batam Center, Senin (6/5/2025).

Berdasarkan pantauan, setiap kali hujan mengguyur selama dua hingga tiga jam, sejumlah ruas jalan utama hingga kawasan perumahan di Batam tergenang air setinggi paha orang dewasa. Ratusan kendaraan roda dua dan empat mati mesin karena tidak mampu menembus derasnya arus air. Tak jarang, kawasan perumahan pun tampak seperti kolam renang dadakan.

Menanggapi situasi tersebut, Amsakar menyebut pihaknya bersama BP Batam telah merumuskan solusi jangka panjang, seperti perbaikan sistem drainase di sisi kiri dan kanan jalan. Namun, keterbatasan anggaran daerah membuat upaya itu belum maksimal.

"Anggarannya besar, sementara APBD kita sangat terbatas. Oleh karena itu, kita mendorong bantuan dari kementerian sebagai langkah percepatan penanganan," jelasnya.

Lebih lanjut, Amsakar menyoroti penggunaan lahan yang tidak sesuai kaidah lingkungan sebagai faktor yang memperparah banjir, seperti penutupan daerah tangkapan air (DAM) dan pemangkasan bukit. Ke depan, ia menekankan bahwa pemberian izin lahan harus didasarkan pada kajian Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) yang ketat.

"Kalau kita beri izin lahan, harus ada Amdal-nya. Jangan sampai air langsung meluncur ke jalan. Ini butuh kerja lintas sektor dan dukungan dana besar," ujarnya.

Di hadapan warga, Amsakar mengajak masyarakat untuk tidak saling menyalahkan atas kondisi yang ada dan lebih fokus mencari solusi bersama. Ia menyebut tantangan saat ini adalah bagian dari konsekuensi atas pilihan pembangunan di masa lalu.

"Saya tidak ingin menyalahkan masa lalu. Ini adalah risiko dari pilihan yang sudah diambil. Yang penting sekarang, kita cari jalan keluar bersama," tambahnya.

Dalam wawancara lanjutan, Amsakar mengungkapkan bahwa banjir kali ini merata hampir di seluruh kecamatan, bahkan turut berdampak pada kantor pemerintahan dan sekolah. Ia telah meminta camat dan lurah untuk memetakan titik-titik rawan.

"Yang bisa kita lakukan saat ini adalah normalisasi. Penyelesaian permanen belum memungkinkan karena biaya sangat besar," tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya penanganan banjir yang tidak semata bergantung pada teknologi seperti pompa air. Menurutnya, reboisasi, pembangunan drainase, dan pengelolaan tata air terpadu harus dilakukan secara bersamaan.

"Banjir tidak bisa hanya dihadapi dengan pompa. Kita perlu solusi menyeluruh, termasuk dari masyarakat yang harus menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan," imbau Amsakar.

Saat ditanya soal janji kampanye terkait penggunaan pompa air, Amsakar merespons dengan nada santai, "Pompa saja tak cukup. Hujan tiga jam, kita bisa berenang di Batam. Debit air terlalu besar. Untuk detail teknisnya, tanya saja ke Pak Suhar di DBM-SDA."

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit