BATAM, batamtoday - Muhammad Andreasyah (15), akhirnya menghembuskan
nafas terakhirnya, pada Jumat (29/3/2013) sekitar pukul 4.00 WIB,
setelah koma selama delapan hari di RS Harapan Bunda akibat pendarahan
hebat di kepalanya.
Siswa kelas 3 SMP Negeri 30 Batam ini, sebelumnya terpaksa dilarikan keluarga ke RS Harapan Bunda karena mengeluh sakit pada bagian kepala bagian belakang akibat terbentur trotoar, usai berkelahi dengan salah satu siswa MTsN Bengkong di lokasi Sekolah Swasta Harmoni pada Rabu (20/3/2013) sore.
Isak tangis keluarga, teman-teman sekolah serta guru pecah ketika jasad korban dimasukan ke lihat sebagai tempat perisitirahatan terakhirnya, saat pemakaman dilaksanakan di TPU Taman Langgeng Sei Panas, Jumat (29/3/2013) siang.
Pantauan batamtoday, tampak ratusan pelayat yang datang langsung mengantarkan korban ke tempat peristiratahan terakhirnya itu. Tak hanya keluarga, beberapa orang teman dekat korban merasa terpukul atas kepergian siswa yang terkenal pendiam ini.
"Saya terkejut setelah mendapat kabar Andre meninggal dunia tadi pagi," kata Sri, guru SMP Negeri 30 Batam yang tak lain adalah wali kelas korban.
Di sekolah, lanjut Sri, Andre dikenal sebagai sosok yang pendiam, ramah, memiliki banyak teman dan tak pernah ada masalah dengan sekolah ataupun sesama teman.
"Dia (Andre, red) sosok anak pendiam, tapi Tuhan berkehendak lain dan memanggilnya terlebih dahulu. Kami pihak sekolah hanya bisa mengirimkan doa dan tak berharap kejadian seperti ini terulang kembali," terangnya.
Masih kata Sri, bahkan sebelumnya dia dan pihak sekolah terkejut saat mengetahui korban terpaksa dilarikan ke rumah sakit akibat pendarahan pada bagian kepalanya karena berkelahi dengan siswa sekolah lain.
"Waktu kita mendapat kabar di koma di rumah sakit, saya dan pihak sekolah beberapa menjenguk Andre. Tapi tak mengetahui pasti apa penyebab kejadian, sebab itu terjadi di luar jam sekolah," ujar Sri.
Sri berharap kejadian serupa tak kembali menimpa anak didiknya, selain itu, jika mendapatkan masalah lebih baik para siswa dapat memberitahukan masalah mereka kepada guru dan keluarga sehingga dapat mencegah hal yang tak diinginkan terjadi.
Editor: Dodo
