logo batamtoday
Sabtu, 27 Juni 2026
PKP BATAM


Memburu Juara dari Meja Domino, Ambisi Besar Atlet Kepri di Jakarta
Sabtu, 27-06-2026 | 16:48 WIB | Penulis: Pascalis Rh
 
Kontingen PORDI Kepulauan Riau berfoto bersama sebelum mengikuti Jakarta Domino Tournament 2026 Seri II di Velodrome, Jakarta Timur. (Foto: Istimewa).  

BATAMTODAY.COM, Batam-Deretan kartu domino mulai disusun rapi di atas meja. Bagi sebagian orang, permainan ini mungkin masih identik dengan aktivitas pengisi waktu senggang di warung kopi atau sudut-sudut perkampungan

Namun bagi puluhan atlet Kepulauan Riau, domino kini menjadi arena pertarungan prestasi yang membawa nama daerah ke panggung nasional.
 
Sebanyak 38 atlet atau 19 pasangan domino dari Kepulauan Riau bertolak ke Jakarta untuk mengikuti Turnamen Domino Nasional Seri II yang berlangsung di Velodrome Jakarta Timur pada 26-28 Juni 2026.
 
Mereka datang bukan sekadar meramaikan kompetisi. Target yang dibawa jauh lebih besar: menjadi juara nasional.
 
Ketua Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Kepulauan Riau, H. Masrur Ramin, mengatakan optimisme itu bukan tanpa alasan.
 
Pada seri perdana yang digelar di Surabaya beberapa waktu lalu, kontingen Kepri mampu menembus babak 16 besar.
 
"Hasil di Surabaya menjadi modal penting bagi atlet-atlet kita. Sekarang targetnya tentu lebih tinggi. Kami ingin meraih prestasi terbaik, bahkan menjadi juara," kata Masrur melalui sambungan selularnya, Sabtu (27/6/2026).
 
Perjalanan menuju Jakarta bukan hasil persiapan yang instan. Selama tiga tahun terakhir, PORDI Kepri membangun sistem pembinaan secara berkelanjutan.
 
Turnamen demi turnamen digelar hampir tanpa jeda. Dari kompetisi-kompetisi itulah lahir para pemain terbaik yang kemudian diseleksi untuk memperkuat kontingen daerah.
 
Menurut Masrur, pembinaan menjadi kunci utama untuk meningkatkan kualitas atlet domino Kepri.
 
Mereka yang mampu bersaing di berbagai turnamen internal mendapat kesempatan naik ke level yang lebih tinggi hingga mewakili daerah dalam ajang nasional.
 
Meski membawa nama daerah, keberangkatan para atlet ke Jakarta dilakukan secara mandiri.
 
Tidak ada dukungan anggaran dari pemerintah daerah. Seluruh biaya perjalanan dan kebutuhan selama mengikuti kejuaraan ditanggung oleh atlet serta pengurus organisasi.
 
"Kami berangkat dengan kemampuan sendiri. Yang kami harapkan adalah dukungan moral dan doa dari masyarakat Kepri agar atlet-atlet kita bisa mengharumkan nama daerah," ujarnya.
 
Masrur menyebut antusiasme masyarakat terhadap olahraga domino terus meningkat. Saat ini jumlah anggota PORDI di Kepulauan Riau mendekati seribu orang. Kepengurusan juga telah terbentuk di seluruh kabupaten dan kota.
 
Pembinaan dilakukan melalui komunitas-komunitas domino yang mereka sebut sebagai "gardu". Dari gardu-gardu tersebut lahir banyak pemain potensial yang kemudian dibina menjadi atlet.
 
Bagi Masrur, tantangan terbesar saat ini bukan hanya mencetak juara, tetapi juga mengubah cara pandang masyarakat terhadap olahraga domino.
 
Ia menilai permainan domino selama ini kerap mendapat stigma negatif yang tidak sepenuhnya tepat.
 
"Domino adalah olahraga berpikir. Permainan ini membutuhkan konsentrasi, strategi, kemampuan membaca situasi, dan kerja sama pasangan. Karena itu kami ingin masyarakat melihat domino sebagai olahraga yang positif," katanya.
 
PORDI bahkan mengusung slogan tegas: No Judi, No Miras, No Narkoba. Slogan itu menjadi identitas organisasi dalam membangun citra domino sebagai olahraga rekreasi dan prestasi yang sehat, jauh dari praktik perjudian.
 
Upaya mengubah stigma tersebut dilakukan melalui berbagai kegiatan pembinaan, termasuk rencana menggelar turnamen antar-pelajar untuk menjaring bibit-bibit muda.
 
Generasi muda diharapkan memiliki ruang yang lebih terarah untuk menyalurkan minat bermain domino melalui jalur olahraga yang resmi.
 
Di tengah berkembangnya organisasi, PORDI Kepri juga memiliki cita-cita lain. Setelah Surabaya dan Jakarta menjadi tuan rumah dua seri pertama turnamen nasional, mereka berharap Batam suatu saat mendapat kesempatan menjadi penyelenggara seri berikutnya.
 
Harapan itu bukan tanpa dasar. Dengan jumlah anggota yang terus bertambah, jaringan organisasi yang telah terbentuk hingga tingkat kabupaten dan kota, serta antusiasme komunitas yang terus tumbuh, Batam dinilai memiliki modal kuat untuk menjadi pusat perkembangan olahraga domino di kawasan barat Indonesia.
 
Kini harapan itu bertumpu pada 38 atlet yang sedang bertarung di Jakarta. Dari meja-meja pertandingan yang dipenuhi ketegangan dan perhitungan strategi, mereka membawa satu misi yang sam, membuktikan bahwa domino bukan sekadar permainan, melainkan olahraga prestasi yang layak diperhitungkan.
 
Editor: Surya

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit