logo batamtoday
Kamis, 25 Juni 2026
PKP BATAM


Jaga Resiliensi Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global, Pemerintah Perkuat Sektor Strategis
Kamis, 25-06-2026 | 14:28 WIB | Penulis: Redaksi
 
Bisnis Indonesia Economic Insights 2026 bertema Navigating the Era of Unprecedented Uncertainty di Jakarta, Rabu (24/6/2026). (Kemenko Perekonomian)  

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah terus memperkuat resiliensi perekonomian nasional dengan mengembangkan berbagai sektor strategis sebagai pengungkit pertumbuhan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Langkah tersebut ditempuh melalui penguatan hilirisasi industri, pengembangan sektor pariwisata, transformasi digital, hingga industri semikonduktor yang diyakini mampu meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan kondisi fundamental ekonomi Indonesia hingga Semester I 2026 tetap berada pada level yang kuat. Pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan I 2026 tercatat mencapai 5,61 persen (year on year), melampaui sebagian besar negara anggota G20.

Menurutnya, pertumbuhan tersebut ditopang oleh konsumsi pemerintah, permintaan rumah tangga yang tetap kuat, serta investasi yang terus meningkat di berbagai sektor. "Seluruh indikator ini menegaskan bahwa perekonomian Indonesia berdiri di atas fondasi yang sehat, resilien, dan siap melanjutkan momentum pertumbuhan. Namun, kita tetap harus menggenjot sektor-sektor yang menghasilkan devisa, misalnya sektor pariwisata," ujar Airlangga saat menyampaikan keynote speech pada Bisnis Indonesia Economic Insights 2026 bertema Navigating the Era of Unprecedented Uncertainty di Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Selain pertumbuhan ekonomi yang solid, sejumlah indikator makroekonomi juga menunjukkan kinerja positif. Tingkat inflasi tercatat sebesar 3,08 persen, cadangan devisa mencapai USD 144,9 miliar, realisasi investasi menembus Rp 498,8 triliun, pertumbuhan kredit mencapai 11,51 persen, serta neraca perdagangan mencatat surplus selama 72 bulan berturut-turut.

Hilirisasi dan Industri Jadi Motor Pertumbuhan

Airlangga menjelaskan, pertumbuhan ekonomi juga terjadi secara merata di berbagai wilayah Indonesia. Beberapa kawasan di luar Pulau Jawa bahkan membukukan pertumbuhan di atas rata-rata nasional, seperti Sulawesi sebesar 6,95 persen dan Bali-Nusa Tenggara mencapai 7,93 persen.

Ia menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari perkembangan industri pengolahan dan program hilirisasi yang terus dikembangkan di Kawasan Industri (KI) maupun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). "Kita lihat bahwa hilirisasi minerba yang seluruhnya masuk di Kawasan Industri ataupun Kawasan Ekonomi Khusus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Bahkan di berbagai kawasan ini nilai ICOR sekitar 3, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional sebesar 6. Ini menunjukkan efisiensi investasi yang semakin baik," jelasnya.

Stabilitas Ekonomi Terus Dijaga

Di tengah tekanan global yang sempat menyebabkan nilai tukar rupiah melemah hingga Rp 18.171 per dolar Amerika Serikat dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi ke level 5.594, pemerintah bersama Bank Indonesia mengambil langkah stabilisasi melalui kenaikan BI Rate menjadi 5,75 persen, intervensi pasar, serta penguatan kebijakan fiskal.

Kebijakan tersebut berhasil mendorong pemulihan nilai tukar rupiah ke kisaran Rp 17.794 per dolar AS serta mengangkat kembali IHSG ke level 6.177.

Kepercayaan investor global terhadap Indonesia juga tercermin dari keputusan MSCI 2026 Market Classification Review yang tetap menempatkan Indonesia dalam kategori Emerging Market.

Stimulus Ekonomi dan Penguatan SDM

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, pemerintah meluncurkan Paket Stimulus Semester II 2026 yang mencakup berbagai insentif bagi masyarakat dan dunia usaha.

Program tersebut meliputi pemberian insentif pajak bagi penulis nasional, diskon tiket transportasi, pembebasan tarif jasa kepelabuhanan, PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi, hingga pembebasan bea masuk atas impor sejumlah komoditas strategis.

Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan anggaran Rp 4,14 triliun untuk Program Magang Nasional Tahap II bagi 150 ribu lulusan perguruan tinggi, pelatihan vokasi bagi 220 ribu lulusan SMK, serta perlindungan bagi 50 ribu pekerja terdampak PHK.

Di bidang perlindungan sosial, pemerintah menyalurkan bantuan beras kepada 33,24 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) selama tiga bulan, disertai subsidi harga kedelai bagi perajin tahu dan tempe guna menjaga keterjangkauan pangan masyarakat.

Perkuat Daya Saing Global Lewat Semikonduktor dan Digitalisasi

Pemerintah juga mempercepat pengembangan industri berteknologi tinggi melalui kerja sama dengan Amerika Serikat dan perusahaan teknologi asal Inggris, ARM, dalam pengembangan industri semikonduktor nasional.

Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan desain cip (chip design), manufaktur, hingga pelatihan tenaga ahli untuk mendukung kebutuhan sekitar 9 juta talenta digital yang diproyeksikan diperlukan Indonesia hingga 2030.

"Pemerintah mendorong hilirisasi dalam industri semikonduktor supaya melengkapi target pengembangan industri electric vehicle, battery storage system, mobile phone, Internet of Things, data center, kecerdasan artifisial, hingga quantum computing," tutur Airlangga.

Selain itu, Indonesia terus memperluas akses pasar internasional melalui berbagai perjanjian perdagangan strategis, seperti IEU-CEPA, Indonesia-Canada CEPA, Indonesia-EAEU FTA, RCEP, serta proses aksesi ke OECD dan CPTPP, yang diperkirakan membuka akses terhadap lebih dari 70 persen perdagangan global.

Menutup paparannya, Airlangga menegaskan pemerintah akan terus menjaga stabilitas ekonomi nasional sembari mengoptimalkan berbagai sektor strategis yang memiliki potensi besar sebagai penggerak pertumbuhan di masa mendatang. "Semoga dengan berbagai langkah yang telah direncanakan ini, kita dapat menjaga resiliensi perekonomian Indonesia sekaligus mengembangkan sektor-sektor yang mampu menjadi pengungkit pertumbuhan di tengah ketidakpastian global. Dalam setiap krisis selalu ada peluang yang bisa kita manfaatkan," pungkasnya.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit