logo batamtoday
Senin, 22 Juni 2026
PKP BATAM


Diiringi Shalawat dari Batam ke Madinah, Menyusuri Jejak Cinta Rasulullah
Senin, 22-06-2026 | 11:48 WIB | Penulis: Aldy
 
Wartawan BATAMTODAY.COM, Aldy Daeng bersama istri serta jemaah umrah Dream Tour, menapaktilasi jejak Rasulullah SAW di Kota Madinah dan menyempurnakan ibadah di Makkah Al-Mukarramah. (Dok Batamtoday.com)  

BATAMTODAY.COM, Madinah - Getaran itu datang tanpa diundang. Perlahan menyelinap ke relung hati para jemaah yang sejak berjam-jam berada di dalam kabin pesawat. Ketika pramugari Saudi Airlines mengumumkan bahwa pesawat akan segera mendarat di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, suasana seketika berubah.

Lantunan shalawat mulai terdengar dari berbagai sudut kabin. Ada yang memejamkan mata sambil berzikir, ada pula yang menatap keluar jendela, berusaha menangkap pandangan pertama menuju Tanah Suci yang selama ini hanya hadir dalam doa-doa panjang selepas salat.

Bagi rombongan jemaah umrah Dream Tour, perjalanan itu bukan sekadar perpindahan lintas negara. Perjalanan tersebut adalah jawaban atas kerinduan yang telah lama dipupuk dalam hati untuk menapaktilasi jejak Rasulullah SAW di Kota Madinah dan menyempurnakan ibadah di Makkah Al-Mukarramah.

Pesawat SV827 yang membawa jemaah dari Indonesia menempuh perjalanan sekitar sembilan jam menuju Arab Saudi. Namun panjangnya waktu terasa singkat dibandingkan dengan besarnya rasa syukur yang memenuhi dada para tamu Allah SWT.

Setibanya di Jeddah sekitar pukul 06.10 waktu setempat, para jemaah menjalani pemeriksaan imigrasi dan barang bawaan sesuai prosedur Kerajaan Arab Saudi. Meski antrean cukup panjang, suasana tetap berjalan tertib dan penuh kegembiraan. "Alhamdulillah, seluruh proses berlangsung lancar," ujar Tour Leader Dream Tour, Faruqh.

Keakraban mulai terjalin bahkan sejak di bandara. Para jemaah yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia saling berkenalan dan berbagi cerita perjalanan masing-masing.

Usai pemeriksaan, rombongan berkumpul di salah satu sudut bandara untuk mengabadikan momen di depan akuarium raksasa yang menjadi ikon Bandara Internasional King Abdul Aziz. Dari titik itu, perjalanan spiritual sesungguhnya baru dimulai.

Menembus Gurun, Menyusuri Sejarah

Bus yang membawa rombongan kemudian melaju menuju Madinah Al-Munawwarah. Perjalanan sekitar empat jam dari Jeddah menuju Kota Nabi menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Di sepanjang jalan, hamparan gurun pasir dan pegunungan batu membentang sejauh mata memandang. Tebing-tebing raksasa berdiri kokoh di tengah lanskap tandus yang telah menjadi saksi perjalanan para nabi selama ribuan tahun.

Di dalam bus, ustaz pendamping dan tour leader menghidupkan suasana dengan kisah-kisah sejarah Islam. Mereka menceritakan perjuangan masyarakat Arab mencari sumber air di tengah gurun, sejarah hijrah Rasulullah SAW, hingga makna gunung-gunung yang mengelilingi Makkah dan Madinah.

Perjalanan yang semula hanya berupa perpindahan jarak berubah menjadi perjalanan batin yang sarat makna.

Shalawat kembali mengalun dari beberapa kursi. Sebagian jemaah memilih diam, memandang keluar jendela sambil menikmati pemandangan yang selama ini hanya mereka lihat melalui buku, televisi, atau ceramah keagamaan. "Kalau saya dari Bone, Sulawesi Selatan. Berangkat dari Makassar menuju Jakarta sebelum ke Jeddah," tutur seorang jemaah saat rombongan beristirahat di kawasan Al Ambiar, perbatasan Makkah-Madinah.

Meski berasal dari latar belakang dan daerah yang berbeda, seluruh jemaah dipersatukan oleh satu tujuan yang sama: memenuhi panggilan Allah SWT.

Saat Madinah Menyambut Kerinduan

Menjelang siang, rombongan memasuki wilayah Madinah. Satu per satu penanda sejarah mulai terlihat. Bir Ali, Jabal Air, kebun-kebun kurma yang menghijau di tengah gurun, hingga jajaran pegunungan yang membatasi wilayah Kota Nabi.

Di kejauhan berdiri Jabal Uhud, gunung yang begitu dicintai Rasulullah SAW dan menjadi saksi salah satu peristiwa paling bersejarah dalam perjalanan dakwah Islam.

Bagi banyak jemaah, momen tersebut menghadirkan rasa haru yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Tempat-tempat yang selama ini hanya dikenal melalui buku sirah, ceramah, dan kajian kini hadir nyata di depan mata.

Perjalanan itu seakan membawa ingatan pada kisah hijrah Rasulullah SAW dari Makkah menuju Madinah. Jika lebih dari 14 abad lalu perjalanan ditempuh dengan berjalan kaki dan menunggang unta di tengah ancaman kaum Quraisy, kini umat Islam dapat melaluinya dengan kendaraan yang nyaman. Namun satu hal yang tidak berubah adalah rasa cinta dan kerinduan kepada Rasulullah SAW.

Air Mata di Pelataran Masjid Nabawi

Setelah menikmati santapan khas Arab di Madinah, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Hotel Maden Taiba yang berlokasi tidak jauh dari Masjid Nabawi.

Rasa lelah yang sempat muncul selama perjalanan panjang mendadak hilang ketika kubah-kubah hijau Masjid Nabawi mulai terlihat dari kejauhan.

Tak sedikit jemaah yang terdiam. Sebagian bahkan meneteskan air mata.

Usai proses check-in, para jemaah bergegas menuju Masjid Nabawi untuk menunaikan salat Ashar berjamaah.

Langkah kaki terasa ringan. Hati seakan ditarik menuju masjid yang menjadi pusat kerinduan umat Islam dari seluruh penjuru dunia.

Di pelataran masjid, ribuan muslim dari berbagai bangsa dan bahasa berkumpul dalam satu tujuan yang sama: beribadah kepada Allah SWT dan mengharap syafaat Rasulullah SAW.

Sebagian jemaah tak mampu menyembunyikan rasa haru ketika pertama kali memandang Masjid Nabawi dari dekat. Kerinduan yang selama bertahun-tahun tersimpan akhirnya menemukan muaranya di Kota Nabi.

Madinah bukan sekadar tujuan perjalanan. Kota ini adalah simbol cinta, pengorbanan, dan perjuangan Rasulullah SAW dalam membangun peradaban Islam.

Bagi rombongan Dream Tour yang memulai perjalanan dari Batam dan berbagai daerah lainnya di Indonesia, langkah pertama di Madinah menjadi awal kisah spiritual yang akan terus hidup dalam ingatan. Di kota yang diberkahi itu, shalawat yang sejak awal mengiringi perjalanan akhirnya bermuara pada satu rasa yang sama: cinta kepada Rasulullah SAW.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit