BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kegiatan Hening Nusantara Serentak Seluruh Indonesia yang merupakan bagian dari rangkaian Vesakha Sananda 2570 BE Tahun 2026 berhasil mencatatkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai kegiatan hening serentak dengan jumlah peserta terbanyak.
Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha Kementerian Agama tersebut digelar secara hybrid dan dipusatkan di Auditorium H M Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta. Sebanyak 3.770 peserta dari 34 provinsi mengikuti kegiatan yang menjadi simbol kebersamaan umat Buddha dalam menumbuhkan ketenangan batin, kesadaran diri, dan refleksi spiritual.
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengapresiasi penyelenggaraan Hening Nusantara yang dinilai membawa pesan universal tentang pentingnya kontemplasi dan ketenangan batin di tengah kehidupan modern yang serba cepat. "Berhenti dari hiruk pikuk, masuk ke dalam suasana batin," ujar Nasaruddin Umar di Jakarta, Jumat (19/6/2026).
Menurut Menag, masyarakat saat ini cenderung disibukkan oleh berbagai aktivitas dan urusan duniawi sehingga sering kali melupakan pentingnya memberi ruang bagi perenungan dan refleksi diri. "Kita jarang diam, jarang kontemplasi memperhatikan relung-relung batin. Akhirnya kita kering," ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bimas Buddha, Supriyadi, menyampaikan bahwa penghargaan MURI tersebut merupakan hasil dari semangat persatuan dan partisipasi umat Buddha di seluruh Indonesia.
Ia menilai keberhasilan mencatatkan rekor nasional tersebut menjadi bukti nyata kontribusi umat Buddha dalam memperkuat harmoni dan persatuan bangsa. "Pada tahun ini kita bersama-sama berhasil meraih Rekor MURI melalui kegiatan Hening Nusantara yang menjadi bukti nyata partisipasi umat Buddha dalam membangun harmoni bangsa," kata Supriyadi.
Menurutnya, penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk terus menghadirkan program-program keagamaan yang berdampak positif bagi masyarakat. Selain itu, kegiatan serupa juga dinilai penting dalam memperkuat nilai moderasi beragama, toleransi, serta keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.
Ditjen Bimas Buddha turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Hening Nusantara Serentak Seluruh Indonesia hingga berhasil meraih penghargaan MURI.
Melalui momentum tersebut, Supriyadi mengajak umat Buddha di seluruh Indonesia untuk terus memperkuat praktik Dhamma dalam kehidupan sehari-hari serta menebarkan nilai-nilai cinta kasih, welas asih, dan kedamaian demi mewujudkan Indonesia yang harmonis, rukun, dan sejahtera.
Keberhasilan mencatatkan rekor MURI ini sekaligus menjadi bukti bahwa praktik spiritual dan nilai-nilai kebajikan dapat menjadi perekat kebersamaan serta memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Editor: Gokli
